JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Menjelang pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, Polda Metro Jaya mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, serta persaudaraan.
Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi tahun ini akan digelar di 154 desa. Tahapan pemungutan suara tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat desa untuk menggunakan hak pilih sekaligus menentukan pemimpin di tingkat pemerintahan desa.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk memicu perselisihan, permusuhan, maupun konflik di lingkungan tempat tinggal.
“Pilkades adalah bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Mari kita jalani setiap tahapannya dengan tenang, tertib, dan tetap mengedepankan persaudaraan,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, masyarakat memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan masing-masing. Karena itu, kebebasan memilih perlu disertai dengan sikap saling menghormati terhadap pilihan warga lainnya.
Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bebas dan bertanggung jawab, menjaga ketertiban selama proses pemungutan suara, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya Pilkades.
Imbauan tersebut mencakup larangan terhadap berbagai bentuk provokasi, intimidasi, ancaman, kekerasan, penyebaran berita bohong, maupun fitnah yang berpotensi memperkeruh suasana dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Siap menang, siap menerima hasil. Jika terdapat keberatan terhadap proses maupun hasil Pilkades, sampaikan melalui mekanisme dan jalur resmi yang telah ditentukan,” tegasnya.
Deklarasi Damai Jadi Komitmen Bersama
Pesan menjaga kondusivitas tersebut sejalan dengan Deklarasi Damai Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi yang digelar di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kamis (17/9/2026).
Deklarasi tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, ketua KPPS, serta para calon kepala desa se-Kabupaten Bekasi.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, jujur, demokratis, dan bermartabat.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan para calon kepala desa agar menjadikan kontestasi Pilkades sebagai kompetisi yang sehat. Setiap calon diberikan ruang untuk menyampaikan visi, gagasan, dan program kepada masyarakat tanpa menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.
Pesan serupa diarahkan kepada para pendukung calon. Mereka diminta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik, termasuk provokasi dan penyebaran informasi yang tidak benar.
Jangan Korbankan Persaudaraan
Kombes Budi Hermanto menekankan bahwa proses pemilihan memiliki batas waktu, sedangkan hubungan sosial masyarakat berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, persaingan antarkandidat maupun perbedaan pilihan warga diharapkan tidak berlanjut menjadi persoalan setelah proses pemungutan suara selesai.
“Proses pemilihan akan selesai, sementara hubungan antarmasyarakat akan terus berjalan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bekasi bersama-sama menjaga suasana aman sejak sebelum pemungutan suara, saat proses pencoblosan, hingga setelah hasil Pilkades ditetapkan.
Sikap saling menghormati dinilai penting agar pesta demokrasi di tingkat desa tetap berlangsung dalam suasana tertib dan tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat.
Selain masyarakat, para calon kepala desa dan tim pendukung juga diharapkan memegang komitmen untuk menerima hasil pemilihan melalui mekanisme yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya juga telah mengingatkan pentingnya netralitas aparatur dalam seluruh rangkaian Pilkades Serentak 2026. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga proses pemilihan tetap tertib dan menghindari potensi pelanggaran.
Dengan semakin dekatnya hari pemungutan suara, pesan yang disampaikan aparat keamanan dan pemerintah daerah bermuara pada satu hal, yakni memastikan perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi konflik.
“Mari wujudkan Pilkades yang aman, tertib, dan damai. Berbeda pilihan bukan alasan untuk kehilangan persaudaraan,” pungkas Budi.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin