JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Disjarahal) terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi sebagai bagian dari upaya melestarikan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sejarah dan tradisi TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pengenalan Aplikasi Museum Pusat TNI Angkatan Laut (Muspusal) Digital dalam Pameran HUT ke-81 TNI Tahun 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Kehadiran Muspusal Digital menjadi bagian dari inovasi Disjarahal dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendekatkan berbagai koleksi, dokumentasi, dan informasi sejarah TNI AL kepada masyarakat.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat tidak harus datang langsung ke Museum Pusat TNI Angkatan Laut yang berada di Surabaya untuk memperoleh informasi mengenai berbagai koleksi dan materi sejarah yang tersedia. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui perangkat digital dengan mengunduh aplikasi Muspusal Digital.
Digitalisasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk mengenal lebih dekat perjalanan sejarah TNI AL, termasuk berbagai peristiwa, perjuangan, tradisi, serta perkembangan kekuatan maritim Indonesia.
Kehadiran platform digital ini juga dinilai relevan dengan pola konsumsi informasi masyarakat saat ini, terutama generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi digital.
Melalui pendekatan tersebut, informasi sejarah tidak hanya disajikan dalam bentuk koleksi fisik di ruang museum, tetapi dapat dikemas secara lebih adaptif sehingga dapat dipelajari kapan dan di mana saja.
Muspusal Digital diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang membantu masyarakat memahami perjalanan panjang TNI AL serta berbagai peran yang telah dijalankan dalam menjaga kepentingan dan keamanan wilayah laut Indonesia.
Selain memperluas akses informasi, digitalisasi museum juga memiliki fungsi penting dalam mendukung pelestarian dokumentasi sejarah. Berbagai materi yang berkaitan dengan perjalanan TNI AL dapat terdokumentasi dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya melalui media yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Disjarahal menempatkan sejarah bukan hanya sebagai catatan mengenai masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari pembelajaran bagi generasi masa kini dan mendatang. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu sarana untuk menjaga agar nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan tradisi bahari tetap dapat dipahami masyarakat.
Dalam pameran HUT ke-81 TNI di Monas, Disjarahal tidak hanya memperkenalkan Muspusal Digital. Pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai sejarah berbagai pertempuran dan peperangan laut yang pernah dilaksanakan atau melibatkan TNI AL dalam perjalanan sejarah bangsa.
Materi tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan perjuangan di bidang kemaritiman serta berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan TNI AL.
Penyajian informasi sejarah perang laut tersebut juga menjadi upaya untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa perjalanan TNI AL tidak terlepas dari dinamika sejarah perjuangan bangsa Indonesia di wilayah laut.
Dengan memadukan penyajian sejarah secara konvensional dan teknologi digital, Disjarahal berupaya menghadirkan pengalaman pembelajaran sejarah yang lebih mudah diakses masyarakat.
Digitalisasi Muspusal sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelestarian sejarah, bukan menggantikan keberadaan museum secara fisik.
Melalui inovasi tersebut, masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk mengenal koleksi dan informasi sejarah Museum Pusat TNI AL meskipun berada jauh dari Surabaya. Di sisi lain, museum secara fisik tetap memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpanan, perawatan, dan penyajian benda-benda bersejarah.
Langkah Disjarahal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sejarah kemaritiman Indonesia sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap warisan sejarah dan tradisi bahari.
Pada akhirnya, digitalisasi Muspusal bukan sekadar pemanfaatan teknologi untuk memindahkan informasi museum ke ruang digital, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pengetahuan sejarah agar tetap dapat diakses, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin