• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎PWI SURAKARTA KEMBALI DIPIMPIN, MOMENTUM RAWAT MARWAH PROFESI WARTAWAN DI KOTA KELAHIRAN PWI

    14/09/26, 16:56 WIB Last Updated 2026-09-14T09:56:13Z

    Foto: Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir melantik Pengurus PWI Surakarta periode 2026-2031 di Hotel Sunan, Solo, Sabtu (12/9/2026) malam (Dok-Istimewa).




    ‎JAGUARNEWS77.COM // SOLO – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir melantik Pengurus PWI Surakarta periode 2026-2031 di Hotel Sunan, Solo, Sabtu (12/9/2026) malam.

    ‎Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi profesi wartawan. Momentum itu memiliki nilai historis karena Surakarta merupakan salah satu kota penting dalam perjalanan panjang sejarah pers Indonesia sekaligus tempat lahirnya PWI.

    ‎PWI didirikan di Surakarta pada 9 Februari 1946. Pada masa tersebut, para wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

    ‎Jejak sejarah tersebut membuat keberadaan PWI di Surakarta memiliki makna tersendiri. Organisasi wartawan yang lahir di tengah situasi perjuangan bangsa itu kemudian berkembang menjadi salah satu organisasi profesi kewartawanan yang memiliki perjalanan panjang di Indonesia.

    ‎Dalam pelantikan tersebut, Sri Hartanto secara resmi dipercaya memimpin PWI Surakarta untuk masa bakti 2026-2031.
    ‎Kepengurusan baru diharapkan mampu meneruskan tradisi profesionalisme kewartawanan sekaligus menjaga nilai-nilai perjuangan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah berdirinya PWI.

    ‎Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan mitra kerja PWI Surakarta turut menghadiri prosesi pelantikan. Di antaranya Wali Kota Solo Respati Ardi, Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo, Kapolresta Kota Madiun Kombes Pol Catur Cahyono, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, serta mantan Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo.

    ‎Kehadiran para pejabat dan tokoh tersebut menunjukkan bahwa keberadaan organisasi pers tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

    ‎Namun, di tengah perubahan lanskap media yang berlangsung cepat, kepengurusan PWI Surakarta periode 2026-2031 juga menghadapi tantangan yang tidak ringan.

    ‎Perkembangan teknologi digital, media sosial, platform berbasis video, hingga munculnya berbagai sumber informasi baru telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh berita.

    ‎Di sisi lain, kecepatan distribusi informasi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang belum terverifikasi, judul sensasional, serta kaburnya batas antara produk jurnalistik dan konten media sosial.

    ‎Dalam kondisi tersebut, wartawan dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga tetap mengedepankan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

    ‎Karena itu, pelantikan pengurus baru PWI Surakarta diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas wartawan dalam menghadapi perubahan zaman.

    ‎Kota Surakarta sebagai tempat lahirnya PWI memiliki beban sejarah sekaligus tanggung jawab moral untuk terus menjaga marwah profesi kewartawanan.

    ‎Semangat para wartawan pendahulu yang turut mengambil bagian dalam perjalanan perjuangan bangsa diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah.

    ‎Nilai tersebut perlu diterjemahkan dalam praktik jurnalistik masa kini melalui pemberitaan yang independen, profesional, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

    ‎PWI Surakarta juga diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan bagi wartawan, terutama dalam meningkatkan kompetensi menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi industri media.

    ‎Di sisi lain, hubungan antara organisasi pers dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan juga perlu dibangun dalam koridor profesional.

    ‎Kemitraan tidak boleh menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial, sementara kritik terhadap pemerintah maupun lembaga publik tetap harus disampaikan berdasarkan data, fakta, dan prinsip jurnalistik.

    ‎Dengan kepengurusan baru periode 2026-2031, PWI Surakarta diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai rumah profesi wartawan sekaligus mitra strategis masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

    ‎Dari kota tempat organisasi wartawan itu dilahirkan, tantangan besar kini berada di tangan generasi baru PWI Surakarta: menjaga warisan sejarah, memperkuat profesionalisme, dan memastikan pers tetap menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya masyarakat.





    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Alvin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini