JAGUARNEWS77.COM // LEMBANG – Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri diwarnai dengan peresmian revitalisasi Masjid Panggilan Sujud serta penyerahan santunan kepada 25 anak yatim dari wilayah sekitar Lembang, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., sebagai bagian dari upaya memperkuat dimensi spiritual sekaligus kepedulian sosial dalam institusi Polri.
Prosesi berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Sespim Lemdiklat Polri, tokoh agama, pengurus Yayasan Al-Khoiriyah, serta masyarakat sekitar.
Revitalisasi masjid dipandang bukan sekadar pembaruan fisik bangunan, melainkan sebagai langkah menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan moral, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa keberadaan masjid harus memberikan manfaat yang luas bagi umat.
"Masjid harus menjadi tempat yang memakmurkan umat. Bukan hanya tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama. Dari masjid inilah kita berharap lahir insan-insan Bhayangkara yang berintegritas serta masyarakat yang saling menguatkan," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang berintegritas tidak hanya bertumpu pada aspek profesionalisme, tetapi juga membutuhkan fondasi spiritual yang kuat. Karena itu, revitalisasi Masjid Panggilan Sujud diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan karakter bagi personel Polri maupun masyarakat sekitar.
Momentum peresmian masjid juga diisi dengan pemberian santunan kepada 25 anak yatim yang berasal dari lima Rukun Warga (RW) di sekitar kawasan Sespim Lemdiklat Polri. Anak-anak tersebut selama ini mendapatkan pembinaan keagamaan melalui Yayasan Al-Khoiriyah.
Wakapolri menilai kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian penting dari implementasi nilai-nilai keagamaan.
"Peresmian masjid akan semakin bermakna apabila diiringi dengan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Kehadiran anak-anak yatim di tengah kita menjadi pengingat agar setiap amanah jabatan dan pengabdian senantiasa dilandasi hati yang penuh empati, keikhlasan, dan rasa syukur," katanya.
Sementara itu, Imam Masjid Panggilan Sujud sekaligus Pembina Yayasan Al-Khoiriyah, Ustaz Khaerudin, S.H.I., mengapresiasi perhatian yang diberikan Wakapolri beserta jajaran Polri kepada anak-anak yatim binaan yayasan.
Ia menyebut perhatian tersebut menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, serta mengejar cita-cita mereka.
Yayasan Al-Khoiriyah sendiri berdiri sejak 2019 dan secara konsisten membina anak-anak yatim melalui kegiatan pengajian Al-Qur'an, pendidikan agama, pembinaan akhlak, serta pendampingan sosial. Selain menjadi tempat belajar, yayasan juga menjadi penghubung berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Ustaz Khaerudin, kepedulian keluarga besar Sespim Lemdiklat Polri terhadap anak-anak yatim telah terjalin dalam berbagai kegiatan sosial selama ini.
Ia berharap Masjid Panggilan Sujud dapat terus berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan Islam, pembinaan umat, sekaligus ruang memperkuat solidaritas sosial antara Polri dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang menegaskan komitmen Polri untuk tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin