JAGUARNEWS77.COM // BOGOR – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan menggelar upacara kenegaraan yang berlangsung khidmat di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).
Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen institusi Polri dalam meningkatkan profesionalisme, pelayanan publik, dan pengabdian kepada bangsa.
Upacara dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, selaku Inspektur Upacara. Hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, pejabat utama TNI-Polri, duta besar negara sahabat, serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri.
Ribuan peserta mengikuti jalannya upacara yang melibatkan personel Polri dari berbagai satuan, prajurit TNI, Taruna Akademi Kepolisian, Aparatur Sipil Negara Polri, hingga berbagai unsur masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan sinergi yang terus dibangun dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban nasional.
Rangkaian peringatan semakin semarak dengan penampilan defile pasukan, demonstrasi kemampuan personel Polri, parade kendaraan operasional, atraksi udara (fly pass), hingga partisipasi masyarakat dalam sejumlah sesi acara.
Berbagai atraksi tersebut menjadi gambaran kesiapan Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks sekaligus menunjukkan transformasi institusi yang semakin modern.
Selain upacara, Hari Bhayangkara ke-80 juga diisi dengan penganugerahan tanda kehormatan dan penghargaan kepada tokoh bangsa, personel Polri, serta satuan kerja berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi dalam mendukung tugas kepolisian serta menjaga keamanan nasional.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting bagi seluruh insan Bhayangkara untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, tema "Polri untuk Masyarakat" menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan pelayanan yang humanis.
"Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, dan menghadirkan pelayanan yang semakin Presisi. Melalui tema 'Polri untuk Masyarakat', kami ingin menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas Polri harus selalu berpihak pada kepentingan masyarakat," ujar Irjen Pol. Johnny.
Ia juga menilai keterlibatan masyarakat dalam upacara menjadi simbol eratnya hubungan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Menurutnya, keamanan tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa.
Karena itu, kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat akan terus diperkuat sebagai fondasi dalam mendukung pembangunan nasional.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi panggung untuk menampilkan berbagai hasil transformasi Polri selama beberapa tahun terakhir. Transformasi tersebut mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia, modernisasi peralatan, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik, hingga peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.
Melalui berbagai langkah tersebut, Polri berupaya membangun institusi yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjawab harapan masyarakat akan pelayanan yang cepat, responsif, dan berkeadilan.
Semangat "Polri untuk Masyarakat" yang diusung dalam Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi penguat tekad seluruh personel Polri untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum secara profesional dan humanis.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus terus dijaga melalui kinerja nyata, integritas, serta pengabdian tanpa henti demi terwujudnya Indonesia yang aman, tertib, maju, dan sejahtera.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin