JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Polda Metro Jaya resmi membuka pelaksanaan Kapolri Cup 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Turnamen esports yang digelar di Gedung BPMJ, Rabu (8/7/2026), menjadi bagian dari upaya Polri mendorong generasi muda menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas di dunia digital melalui kompetisi yang sehat, sportif, dan berprestasi.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Dirpamobvit Polda Metro Jaya Brigjen Pol. Joko Sulistio yang mewakili Wakapolda Metro Jaya. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Risha Pradito, CEO dan Founder TRIP Kripto Gabriel Rey, perwakilan Esports Indonesia (ESI) DKI Jakarta, panitia penyelenggara, serta ratusan peserta Kapolri Cup 2026.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Joko Sulistio menegaskan bahwa Polda Metro Jaya memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan industri esports yang saat ini menjadi salah satu sektor kreatif dengan pertumbuhan pesat di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran Polri dalam penyelenggaraan Kapolri Cup bukan sekadar mendukung sebuah kompetisi permainan digital, tetapi juga membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif bagi generasi muda.
"Polda Metro Jaya tidak ingin hanya hadir sebagai penonton. Kami ingin turut mendukung agar ruang digital, termasuk dunia esports, dapat terus menjadi media yang positif bagi generasi muda untuk berkarya, berprestasi, dan mengembangkan potensi diri," ujar Brigjen Joko.
Ia menjelaskan bahwa esports saat ini telah berkembang menjadi cabang olahraga kompetitif yang menuntut kemampuan berpikir strategis, kerja sama tim, komunikasi, disiplin, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Karena itu, Brigjen Joko berharap Kapolri Cup 2026 tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda yang menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, solidaritas, dan semangat berkompetisi secara sehat.
Sementara itu, Ketua IESPA Ibnu Risha Pradito menyampaikan apresiasi kepada Polri yang terus memberikan ruang bagi perkembangan esports nasional melalui penyelenggaraan Kapolri Cup.
Menurutnya, turnamen tersebut menjadi wadah pembinaan atlet esports dari berbagai daerah yang dapat berjenjang mulai dari tingkat Polres, kabupaten/kota, hingga nasional.
"Dulu mungkin tidak pernah terpikirkan anak-anak gamers bisa bertanding di kantor polisi. Namun sekarang, melalui Kapolri Cup, mereka bisa bertanding di lingkungan kepolisian. Ini luar biasa," kata Ibnu.
Ia menambahkan bahwa perkembangan esports tidak hanya melahirkan atlet profesional, tetapi juga membuka peluang karier di berbagai bidang seperti pelatih, komentator (caster), penyelenggara turnamen, media digital, analis pertandingan, hingga konten kreator.
Ibnu berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan atlet-atlet esports baru yang kelak dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
"Selamat bertanding. Jaga sportivitas, tunjukkan kemampuan terbaik, dan jadikan esports sebagai ruang positif untuk berprestasi," pungkasnya.
Melalui Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya berharap dapat memperkuat sinergi antara Polri dan generasi muda, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pengembangan prestasi, kreativitas, dan inovasi di era transformasi digital.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin