• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja Asal Thailand, Jaringan Internasional Diburu‎

    02/07/26, 17:43 WIB Last Updated 2026-07-02T10:44:05Z

    Foto: Sinergi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kembali membuahkan hasil signifikan dalam perang melawan peredaran narkotika.(Dok-Istimewa)




    JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Sinergi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kembali membuahkan hasil signifikan dalam perang melawan peredaran narkotika.


    Aparat berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 3.371,4 kilogram atau sekitar 3,37 ton bunga dan pucuk canabinoid marijuana (ganja) asal Thailand yang hendak masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional Tanjung Priok.

    Modus yang digunakan sindikat terbilang rapi. Ribuan kilogram ganja disamarkan di dalam koper serta gulungan matras lateks untuk mengelabui petugas.

    Namun, berkat penguatan intelijen, analisis risiko, serta koordinasi lintas instansi, upaya penyelundupan tersebut berhasil dibongkar sebelum barang haram itu beredar di tengah masyarakat.

    Operasi besar ini melibatkan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Bea Cukai Tanjung Priok, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Kanwil Bea Cukai Jawa Barat, Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah, Kanwil Bea Cukai Jakarta, Bea Cukai Gresik, Bea Cukai Purwakarta, Bea Cukai Cikarang, serta BNN RI.

    Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa para pelaku kejahatan narkotika terus mengembangkan berbagai modus baru untuk menghindari pengawasan aparat.

    Meski demikian, menurutnya, kemampuan intelijen dan pengawasan yang semakin terintegrasi mampu mengantisipasi pola-pola penyelundupan tersebut.

    Kasus ini bermula pada Senin, 29 Juni 2026, ketika tim gabungan menerima informasi intelijen mengenai sebuah kontainer asal Thailand yang mengangkut tumpukan koper melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengawasan ketat sejak kontainer keluar dari tempat penimbunan sementara hingga proses pembongkaran di gudang tujuan.

    Saat pemeriksaan dilakukan, petugas menemukan sejumlah paket mencurigakan yang dibungkus aluminium foil dan plastik di dalam koper. 

    Pendalaman kemudian mengarah pada satu pengiriman lain yang diberitahukan sebagai matras lateks dengan karakteristik serupa.

    Untuk membongkar jaringan yang lebih besar, aparat menerapkan metode controlled delivery, yaitu membiarkan barang bergerak di bawah pengawasan ketat hingga mencapai lokasi tujuan guna mengidentifikasi penerima dan jaringan di belakang pengiriman tersebut.

    Hasil pemantauan menunjukkan barang akan dikirim ke wilayah Gresik dan sekitarnya. Pada Rabu, 1 Juli 2026, tim gabungan kemudian menghentikan empat truk wingbox yang mengangkut muatan tersebut, terdiri atas tiga kendaraan di Gresik dan satu kendaraan di Purwakarta.

    Pemeriksaan menyeluruh akhirnya mengungkap keberadaan ganja dalam jumlah sangat besar yang disembunyikan secara sistematis di dalam koper maupun gulungan matras lateks.

    Dari hasil penghitungan, total barang bukti yang diamankan mencapai 3.371,4 kilogram. Sebanyak 1.605 kilogram ditemukan di dalam koper, sementara 1.766,4 kilogram lainnya disembunyikan di dalam matras lateks.

    Seluruh barang bukti beserta pihak-pihak yang terkait kini telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Aparat juga masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap aktor intelektual, jalur distribusi, hingga jaringan penyelundupan narkotika internasional yang diduga menjadi dalang di balik importasi ilegal tersebut.

    Menurut perhitungan Bea Cukai dan BNN, keberhasilan menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja tersebut diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 10,1 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, negara diperkirakan mampu menghemat potensi biaya rehabilitasi yang nilainya mencapai sekitar Rp4,585 triliun.

    Djaka menegaskan bahwa pemberantasan penyelundupan narkotika akan terus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Pengawasan di seluruh pintu masuk Indonesia akan diperkuat melalui optimalisasi teknologi, pengembangan intelijen, serta sinergi yang semakin erat antara Bea Cukai, BNN, kepolisian, TNI, dan aparat penegak hukum lainnya.

    "Setiap upaya penyelundupan narkotika yang berhasil kami gagalkan merupakan bentuk perlindungan nyata kepada masyarakat. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan kerja sama agar Indonesia terbebas dari ancaman peredaran gelap narkotika," tegas Djaka.

    Keberhasilan operasi gabungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga masih menjadi kunci utama dalam menghadapi kejahatan narkotika transnasional yang terus berkembang dengan berbagai modus baru. Di sisi lain, pengungkapan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi target jaringan penyelundupan internasional sehingga pengawasan di jalur laut, pelabuhan, dan kawasan logistik perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.







    Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Alvin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini