• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Polri Imbau Masyarakat Waspadai Tiket Nobar Palsu dan Praktik Judi Bola Saat Piala Dunia 2026

    08/05/26, 16:00 WIB Last Updated 2026-05-08T09:00:50Z

    Foto: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kejahatan yang kerap muncul menjelang perhelatan olahraga internasional, khususnya penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) dan praktik judi bola menjelang penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli mendatang (Dok-Istimewa).




    ‎JAGUARNEWS77.com // Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kejahatan yang kerap muncul menjelang perhelatan olahraga internasional, khususnya penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) dan praktik judi bola menjelang penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli mendatang.


    Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar dunia yang tahun ini akan digelar di tiga negara, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

    Polri menilai momentum tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak penipuan maupun aktivitas perjudian ilegal.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan masyarakat yang menemukan indikasi penipuan atau menjadi korban diminta segera melapor kepada aparat kepolisian melalui saluran pengaduan resmi yang telah disediakan.

    “Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Trunoyudo dalam konferensi pers terkait kesiapan pengamanan Piala Dunia 2026 di Gedung TVRI, Kamis.

    Menurutnya, Polri terus memperkuat pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penyelenggaraan nonton bareng agar tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan secara ilegal.

    Salah satu modus yang diantisipasi ialah penjualan tiket palsu, pungutan liar, hingga penawaran akses nobar yang tidak resmi melalui media sosial maupun platform digital.

    Trunoyudo menjelaskan, Polri juga membuka kemungkinan menghadirkan kanal pengaduan khusus yang terintegrasi bersama TVRI  guna mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan terkait pelaksanaan nobar di berbagai daerah.

    “Nantinya memungkinkan ada hotline bersama dengan TVRI terkait pelaksanaan nobar, mengingat seluruh penyelenggara telah terdaftar sehingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal,” jelasnya.

    Selain persoalan penipuan, Polri turut menyoroti potensi meningkatnya praktik judi bola selama berlangsungnya kompetisi internasional tersebut.

    Aktivitas perjudian dinilai bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi memicu tindak pidana lain seperti penipuan daring, pinjaman ilegal, hingga konflik sosial akibat fanatisme berlebihan.

    “Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum yang dapat menimbulkan kerugian,” tegasnya.

    Polri menilai perkembangan teknologi digital turut memperbesar risiko penyebaran situs maupun aplikasi perjudian online yang memanfaatkan euforia pertandingan sepak bola.

    Karena itu, masyarakat diminta lebih selektif dalam menggunakan platform digital dan tidak mudah tergiur tawaran taruhan dengan iming-iming keuntungan besar.

    Lebih lanjut, Brigjen Pol. Trunoyudo mengajak masyarakat untuk menikmati kemeriahan FIFA World Cup 2026 secara sehat dan positif dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

    “Dukung tim favorit dengan semangat positif. Jangan sampai fanatisme berlebihan justru mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” katanya.

    Sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia, TVRI berencana menggelar kegiatan nonton bareng di 34 stasiun daerah yang dapat diakses masyarakat secara terbuka.

    Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut pesta sepak bola dunia.

    Di sisi lain, pengamat keamanan siber menilai langkah antisipasi yang dilakukan Polri penting mengingat tingginya aktivitas transaksi digital selama ajang olahraga internasional berlangsung.

    Penipuan berbasis daring kerap meningkat dengan memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap tiket, merchandise, hingga layanan streaming pertandingan.

    Dengan berbagai langkah pengawasan dan edukasi yang dilakukan, Polri berharap masyarakat dapat menikmati rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 secara aman, nyaman, dan bebas dari praktik-praktik yang melanggar hukum.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan



    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini