JAGUARNEWS77.com // Jakarta — Proses seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Metro Jaya terus berlangsung.
Memasuki tahapan tes Computer Assisted Test (CAT) Akademik pada Kamis (7/5/2026), sebanyak 519 peserta mengikuti ujian yang digelar secara serentak di dua lokasi berbeda.
Ratusan peserta tersebut terdiri dari 492 pria dan 27 wanita yang telah lolos tahapan seleksi sebelumnya.
Pelaksanaan ujian dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan menggunakan sistem berbasis komputer guna menjamin proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.
Tes CAT Akademik dilaksanakan di Universitas Gunadarma Campus K, Karawaci, Kota Tangerang, serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, panitia menyiapkan tujuh laboratorium komputer di Universitas Gunadarma Karawaci dan 14 laboratorium di Universitas Negeri Jakarta.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa tahapan CAT Akademik merupakan salah satu proses penting dalam rangkaian seleksi penerimaan Akpol Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, seluruh tahapan dilakukan secara profesional dan diawasi ketat guna memastikan tidak ada praktik kecurangan.
“Pelaksanaan CAT Akademik ini menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akpol T.A. 2026.
Polda Metro Jaya memastikan seluruh proses berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, penerapan sistem Computer Assisted Test bertujuan menjaga objektivitas hasil seleksi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen anggota Polri.
Dengan sistem komputerisasi, penilaian dilakukan secara otomatis sehingga meminimalkan potensi manipulasi maupun campur tangan pihak tertentu.
Menurutnya, keberhasilan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan kesiapan masing-masing dalam menjalani setiap tahapan seleksi.
Karena itu, ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik percaloan maupun tindakan yang mencederai integritas proses penerimaan.
“Kelulusan peserta ditentukan oleh kemampuan masing-masing dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, joki, maupun pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan,” tegasnya.
Selain memastikan sistem berjalan transparan, Polda Metro Jaya juga mengingatkan para peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menawarkan bantuan kelulusan dengan imbalan uang atau bentuk lainnya.
Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan indikasi penyimpangan selama proses seleksi berlangsung.
Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya seleksi menjadi bagian penting untuk menjaga integritas penerimaan anggota Polri.
Ia berharap proses rekrutmen Akpol 2026 dapat menghasilkan calon perwira Polri yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat ikut mengawasi proses rekrutmen ini.
Percayakan pada kemampuan peserta dan sistem seleksi yang sudah berjalan, sehingga penerimaan Akpol 2026 dapat menghasilkan calon Taruna dan Taruni terbaik, berintegritas, dan siap mengabdi untuk bangsa,” pungkasnya.
Pelaksanaan seleksi Akpol setiap tahunnya memang menjadi perhatian publik karena menjadi pintu awal pembentukan calon perwira Polri.
Dengan penerapan sistem CAT dan pengawasan berlapis, Polri berupaya memperkuat komitmen mewujudkan rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sesuai prinsip BETAH yang selama ini dikampanyekan institusi kepolisian.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan