• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said‎

    15/01/26, 12:37 WIB Last Updated 2026-01-15T05:37:34Z



    Foto: Gubernur Jakarta Pramono Anung resmikan pembongkaran tiang monorel. (Dok-tvOnenews/Syifa Aulia)


    ‎JAGUARNEWS77.com // Jakarta— Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

    ‎Peresmian pembongkaran dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Rabu (14/1/2026), sebagai bagian dari penataan infrastruktur dan wajah ibu kota.

    ‎Pembongkaran diawali di koridor Rasuna Said yang merupakan salah satu kawasan bisnis utama Jakarta.

    ‎Keberadaan tiang monorel yang tak pernah difungsikan tersebut dinilai mengganggu estetika kota, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta mengurangi efektivitas pemanfaatan ruang publik.

    ‎Secara keseluruhan, terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar secara bertahap.

    ‎Gubernur Pramono Anung menyebut proyek monorel mangkrak sebagai warisan persoalan perencanaan masa lalu yang harus diselesaikan secara tuntas dan bertanggung jawab.

    ‎Menurutnya, pembongkaran ini bukan semata menghilangkan struktur fisik, melainkan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membenahi tata kota secara lebih terarah dan berkelanjutan.

    ‎“Tiang monorel ini sudah terlalu lama menjadi persoalan. Hari ini kita mengambil langkah konkret untuk menuntaskan masalah tersebut dan mengembalikan fungsi ruang kota agar lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Pramono di lokasi.

    ‎Untuk meminimalkan dampak terhadap lalu lintas, pembongkaran dilakukan pada malam hari, mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Setiap malam, petugas ditargetkan membongkar satu tiang monorel. Kebijakan ini diambil mengingat Jalan H.R. Rasuna Said merupakan jalur vital dengan tingkat kepadatan tinggi pada jam sibuk.

    ‎Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan bahwa metode pembongkaran telah melalui kajian teknis dan keselamatan secara menyeluruh.

    ‎Proses dilakukan dengan alat berat disertai pengamanan tambahan guna meminimalkan risiko terhadap pengguna jalan maupun bangunan di sekitar lokasi.

    ‎Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan, juga dilakukan untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan optimal.

    ‎Pemprov DKI Jakarta menegaskan, pembongkaran tiang monorel ini menjadi bagian dari penataan kawasan Rasuna Said secara menyeluruh.

    ‎Program penataan meliputi perbaikan badan jalan, rehabilitasi drainase, pembangunan dan pelebaran jalur pedestrian yang ramah difabel, peningkatan penerangan jalan umum (PJU), serta penambahan ruang terbuka hijau berupa taman kota.

    ‎Untuk mendukung penataan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp102 miliar. Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan rampung pada 2026, seiring dengan selesainya pembongkaran seluruh tiang monorel secara bertahap.

    ‎Pramono menegaskan bahwa penataan kawasan Rasuna Said diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang tertib dan ramah bagi warganya. Ia juga memastikan pengawasan ketat terhadap setiap tahapan pekerjaan guna menjamin penggunaan anggaran secara efektif dan transparan.

    ‎“Kami ingin memastikan setelah tiang monorel ini dibongkar, kawasan Rasuna Said tidak hanya bersih dari struktur mangkrak, tetapi juga menjadi ruang kota yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi semua,” katanya.

    ‎Sejumlah warga dan pengguna jalan menyambut positif langkah tersebut. Mereka berharap pembongkaran dan penataan kawasan dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan, serta memperindah salah satu kawasan strategis di Jakarta.

    ‎Dengan dimulainya pembongkaran ini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan keseriusannya dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur lama sekaligus membangun wajah baru Jakarta yang lebih tertata dan berorientasi pada kepentingan publik.

    ‎Reporter: Wahyu Permana

    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini