JAGUARNEWS77.COM // TANGERANG – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat upaya pencegahan kejahatan digital dengan menggandeng kalangan akademisi dan pemerintah melalui program Polri Goes to Campus.
Kegiatan bertajuk "Kampus Sehat, Mahasiswa Hebat: Cegah Judi Online Bersama Polri, Komdigi dan Akademisi" digelar di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Kamis (16/7/2026), sebagai bentuk komitmen bersama membangun generasi muda yang cakap digital, berintegritas, dan bebas dari pengaruh judi online maupun pinjaman online ilegal.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bareskrim Polri, serta akademisi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari bahaya judi online, maraknya pinjaman online ilegal, keamanan ruang digital, hingga dampak psikologis yang ditimbulkan akibat kecanduan perjudian daring.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan mahasiswa merupakan kelompok yang sangat aktif memanfaatkan internet.
Namun di sisi lain, mereka juga menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran berbagai bentuk kejahatan digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai agar generasi muda mampu memilah informasi, memahami risiko di dunia maya, serta tidak mudah terjebak dalam praktik ilegal seperti judi online maupun pinjaman online ilegal.
"Polri tidak hanya berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap bandar judi online dan jaringan pinjaman online ilegal, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi.
Kami ingin mahasiswa memiliki literasi digital dan literasi keuangan yang kuat agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan digital," ujar Trunoyudo.
Ia menjelaskan, melalui program Polri Goes to Campus, Polri bersama Komdigi dan kalangan akademisi membangun ruang dialog yang terbuka agar mahasiswa memperoleh pemahaman secara komprehensif mengenai ancaman kejahatan digital sekaligus mampu membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Menurut Trunoyudo, pemberantasan judi online tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum.
Pencegahan melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian yang sama pentingnya agar praktik tersebut dapat ditekan secara berkelanjutan.
"Melalui kolaborasi ini kami berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan kampus maupun masyarakat sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan sumber daya manusia yang unggul dan bebas dari pengaruh judi online maupun pinjaman online ilegal," tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pelita Harapan, Dr. (Hon.C.) Jonathan Limbong Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara UPH dan Divisi Humas Polri sejak tahun 2024.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa yang berintegritas serta memiliki ketahanan menghadapi tantangan di era transformasi digital.
Jonathan menegaskan bahwa UPH menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran hukum yang berpotensi merusak masa depan mahasiswa, termasuk perjudian online, penyalahgunaan narkotika, maupun perilaku menyimpang lainnya.
"Kami berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bersih dengan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk perjudian online, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku lain yang dapat merusak masa depan mahasiswa," katanya.
Ia menilai upaya memberantas judi online membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Perguruan tinggi, aparat penegak hukum, pemerintah, keluarga, masyarakat, hingga sektor swasta perlu bersinergi dalam membangun sistem pencegahan yang efektif.
"Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga karakter yang kuat, literasi digital yang memadai, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Irjen Pol. Dr. Alexander Sabar, S.I.K., M.H., memaparkan berbagai langkah pemerintah dalam memberantas praktik judi online.
Strategi tersebut meliputi patroli siber secara berkelanjutan, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga pemblokiran konten, situs, aplikasi, dan rekening yang terindikasi digunakan dalam aktivitas perjudian daring.
Sementara itu, AKBP Reza Fahlevi, S.H., S.I.K., M.Si. dari Bareskrim Polri mengingatkan adanya keterkaitan erat antara judi online dengan pinjaman online ilegal.
Menurutnya, banyak korban yang terjebak meminjam uang melalui layanan pinjaman ilegal untuk menutup kerugian akibat berjudi, sehingga akhirnya masuk dalam lingkaran utang yang semakin sulit diputus.
Dari sisi akademik, Dr. Yusak Novanto, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Fakultas Psikologi UPH mengulas dampak psikologis yang ditimbulkan akibat kecanduan judi online.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan berjudi dapat memicu stres, gangguan kecemasan, depresi, menurunnya konsentrasi belajar, hingga berdampak pada prestasi akademik serta hubungan sosial mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan Polri Goes to Campus, Polri berharap sinergi bersama Komdigi, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat literasi digital, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun ketahanan generasi muda terhadap berbagai ancaman kejahatan digital.
Program ini juga diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan menjadi pelopor dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari praktik judi online maupun pinjaman online ilegal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin
› Perangi Judi Online di Kalangan Mahasiswa
› Perkuat Literasi Digital
› Polri Goes to Campus di UPH
Polri Goes to Campus di UPH, Perkuat Literasi Digital dan Perangi Judi Online di Kalangan Mahasiswa
Polri Goes to Campus di UPH, Perkuat Literasi Digital dan Perangi Judi Online di Kalangan Mahasiswa
BERITA NUSANTARA and 4 more
16/07/26, 23:18 WIB
Last Updated
2026-07-16T16:18:12Z
Foto: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat upaya pencegahan kejahatan digital dengan menggandeng kalangan akademisi dan pemerintah melalui program Polri Goes to Campus.(Dok-Istimewa)
Komentar