• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Pertamina Rugi Triliunan, Ahok Layak untuk Dicopot

    26/08/20, 11:31 WIB Last Updated 2020-08-26T04:32:33Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menyatakan, Komisaris Utama PT. Pertamina, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok layak untuk dicopot.


    Menurutnya, selama Ahok menjabat sebagai komisaris utama, Pertamina nyaris tidak memiliki prestasi yang layak dibanggakan. Justru sebaliknya banyak keanehan dan kejanggalan yang begitu jelas dilihat masyarakat. 


    "Pekan lalu kita dengar kabar Pertamina tidak masuk daftar Fortune Global 500. Sekarang yang terbaru Pertamina rugi Rp11.13 triliun di semester pertama tahun 2020," kata Mulyanto, Rabu (26/8/2020).


    Politisi PKS ini menilai, kondisi ini jelas harus jadi perhatian pemerintah, jangan terus dibiarkan dan menunggu Pertamina mengalami kondisi yang lebih parah. 


    "Mau sampai kapan membiarkan Pertamina babak belur seperti ini?" tegasnya.


    Dia pun menambahkan, sebagai komisaris utama Pertamina Ahok harusnya mampu melakukan pengawasan agar perusahaan yang dipimpinnya lebih baik. 


    Mengingat, ujar dia, dengan kewenangan yang dimiliki dan dukungan politik memadai Ahok punya kesempatan lebih besar membenahi Pertamina. Apalagi menjelang pengangkatan dirinya menjadi komisaris utama, mantan Gubernur DKI itu sesumbar bisa memperbaiki Pertamina.


    "Waktu itu Ahok bilang, merem saja Pertamina sudah untung. Asal diawasi. Nah kalau sekarang Pertamina rugi, artinya apa? Apa Ahok tidak mengawasi. Kok nyatanya Pertamina bisa rugi," jelasnya.


    Secara teori, kata Mulyanto, di semester pertama tahun 2020 ini Pertamina harusnya untung, bukan rugi seperti sekarang. 


    Sebab, di saat harga minyak dunia anjlok ke angka yang paling rendah sepanjang sejarah, Pertamina tidak menurunkan harga BBM sedikitpun. Termasuk harga BBM non-subsidi yang harganya mengikuti harga minyak dunia. 


    Mulyanto menduga, ada faktor non-teknis yang menyebabkan Pertamina mengalami rugi yang begitu besar. Untuk itu ia meminta peran pengawasan Komisaris Utama lebih ditingkatkan. 


    "Secara perhitungan kasar, Pertamina harusnya untung besar," pungkasnya.


    Sumber : rri.co.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini