JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Insiden pecahnya kaca di Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, sempat menarik perhatian masyarakat.
Namun, hasil pemeriksaan awal kepolisian mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh unsur kriminal, melainkan diduga akibat perubahan suhu yang cukup ekstrem antara bagian luar gedung dan ruangan berpendingin udara di dalamnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung menjelaskan, laporan mengenai pecahnya kaca langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel bersama Tim INAFIS untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
"Dari hasil pengecekan sementara, dugaan awal penyebab kaca pecah adalah perubahan suhu.
Bagian luar gedung mengalami paparan panas cukup tinggi, sedangkan bagian dalam menggunakan AC sehingga terjadi perbedaan temperatur yang memicu pemuaian kaca," ujar Reynold.
Ia menegaskan, meski penyebab sementara mengarah pada faktor teknis, polisi tetap menjalankan prosedur pemeriksaan secara menyeluruh agar tidak ada kemungkinan lain yang terlewatkan.
Petugas juga memasang garis polisi di sekitar area depan gedung guna mengantisipasi risiko tertimpa serpihan kaca. Langkah tersebut dilakukan demi menjamin keselamatan pegawai maupun masyarakat yang melintas.
Hasil pengecekan menunjukkan kaca yang pecah berada di bagian depan Gedung Badan Gizi Nasional dengan serpihan yang berserakan di halaman.
Tidak ditemukan indikasi kerusakan akibat benturan dari luar maupun tanda-tanda tindak pidana.
Informasi dari pihak pengelola gedung turut memperkuat dugaan tersebut. Menurut mereka, kejadian serupa pernah beberapa kali terjadi, terutama ketika suhu udara meningkat pada musim kemarau.
"Pengelola menyampaikan bahwa dalam satu tahun kejadian seperti ini bisa terjadi satu hingga dua kali, khususnya saat cuaca sangat panas," ungkap Reynold.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden sebelum hasil pemeriksaan benar-benar rampung.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dugaan awal memang berkaitan dengan cuaca panas dan perbedaan suhu, namun proses pengecekan tetap dilakukan secara profesional dan proporsional," tegasnya.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Meski demikian, kepolisian bersama pengelola gedung terus melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama saat suhu udara mengalami peningkatan ekstrem pada musim kemarau.
Reporter: Januar RW
Editor: Alvin