• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Dugaan Jual Beli Dapur Program MBG Jadi Sorotan‎

    03/06/26, 21:13 WIB Last Updated 2026-06-03T14:14:05Z

    Foto: Penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (3/6/2026), menjadi perkembangan penting dalam perkara yang kini menyita perhatian publik.(Dok-Istimewa)



    ‎JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — Penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (3/6/2026), menjadi perkembangan penting dalam perkara yang kini menyita perhatian publik.
    ‎
    Kasus tersebut bukan hanya berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi, tetapi juga menyangkut kredibilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
    ‎
    Penahanan dilakukan hanya sehari setelah Presiden Prabowo memberhentikan Dadan dari jabatannya sebagai Kepala BGN.
    ‎
    Langkah cepat yang diambil pemerintah dan aparat penegak hukum itu memunculkan spekulasi kuat adanya persoalan serius dalam tata kelola lembaga yang bertanggung jawab menjalankan program strategis nasional tersebut.
    ‎
    Dadan ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Jakarta Selatan.
    ‎
    Sekitar pukul 17.12 WIB, ia terlihat keluar dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna pink sebelum dibawa menuju mobil tahanan.
    ‎
    Dadan tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu sejak siang hari.
    ‎
    Kasus ini menjadi sorotan luas karena Badan Gizi Nasional memiliki peran sentral dalam pelaksanaan Program MBG yang dirancang untuk menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia.
    ‎
    Program tersebut selama ini diposisikan sebagai salah satu agenda unggulan pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
    ‎
    Sebelum penahanan dilakukan, Presiden Prabowo terlebih dahulu mencopot Dadan dari jabatannya pada Selasa (2/6/2026).
    ‎
    Tak lama setelah keputusan itu diumumkan, penyidik Kejagung melakukan penggeledahan di kantor BGN guna mengumpulkan dokumen serta barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.
    ‎
    Meski Kejagung telah menetapkan Dadan sebagai tersangka, hingga kini penyidik belum membeberkan secara lengkap konstruksi perkara yang menjerat mantan pejabat tersebut.
    ‎
    Namun, sejumlah informasi yang berkembang mengarah pada dugaan praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni dapur penyedia makanan yang menjadi bagian penting dalam implementasi Program MBG.
    ‎
    Dugaan adanya praktik jual beli penunjukan dapur SPPG itu disebut-sebut menjadi salah satu persoalan utama yang mendapat perhatian langsung dari Presiden.
    ‎
    Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa Presiden menerima berbagai laporan terkait pelaksanaan Program MBG, termasuk informasi mengenai dugaan penyimpangan tersebut.
    ‎
    “Ya, kemungkinan besar seperti itu, banyaklah informasi-informasi ke beliau (Presiden),” ujar Dudung saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
    ‎
    Ketika ditanya apakah dugaan jual beli dapur SPPG berkaitan dengan keputusan pencopotan Dadan dari jabatan Kepala BGN, Dudung mengakui bahwa hal itu menjadi salah satu faktor pertimbangan Presiden.
    ‎
    “Ya, salah satu faktornya itu,” katanya.
    ‎Menurut Dudung, pemerintah berkepentingan menjaga agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tanpa dicederai praktik-praktik yang berpotensi merusak kepercayaan publik.
    ‎
    Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan program maupun jajaran yang terlibat di dalamnya merupakan langkah yang tidak bisa dihindari apabila ditemukan indikasi penyimpangan.
    ‎
    Kasus yang kini menjerat Dadan Hindayana dinilai memiliki dimensi yang lebih luas dibanding perkara hukum biasa.
    ‎
    Selain menyangkut dugaan tindak pidana, perkara ini juga berkaitan erat dengan akuntabilitas penggunaan anggaran negara dan tata kelola program strategis nasional yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
    ‎
    Pengungkapan kasus tersebut dipandang sebagai ujian bagi komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan integritas pelaksanaan Program MBG.
    ‎
    Banyak pihak menilai proses hukum yang sedang berjalan harus dilakukan secara terbuka dan profesional agar tidak menimbulkan spekulasi maupun ketidakpercayaan publik terhadap program tersebut.
    ‎
    Di sisi lain, Kejagung memastikan penyidikan masih terus dikembangkan.
    ‎
    Penyidik disebut tengah menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam dugaan penyimpangan tersebut, termasuk aliran dana serta mekanisme penunjukan dapur SPPG yang menjadi bagian dari program.
    ‎
    Dengan proses hukum yang masih berlangsung, kasus Dadan Hindayana diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik dalam waktu dekat.
    ‎
    Selain melibatkan pejabat tinggi negara, perkara ini juga bersentuhan langsung dengan salah satu program prioritas pemerintah yang selama ini digadang-gadang menjadi solusi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
    ‎
    ‎
    ‎
    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini