• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Bareskrim Polri Pulangkan DPO Prioritas Jaringan Fredy Pratama dari Malaysia, Bongkar Dugaan Aliran Dana Narkotika Internasional

    21/06/26, 12:01 WIB Last Updated 2026-06-21T05:01:28Z

    Foto: Bareskrim Polri kembali mencatat perkembangan penting dalam upaya pemberantasan jaringan narkotika internasional.(Dok-Istimewa)





    JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Bareskrim Polri kembali mencatat perkembangan penting dalam upaya pemberantasan jaringan narkotika internasional. Melalui Tim Delegasi Polri, aparat berhasil mengamankan Frans Antoni, salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) prioritas yang diduga menjadi tokoh sentral dalam sindikat narkotika internasional yang dipimpin buronan Fredy Pratama.

    Frans Antoni diamankan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026), sebelum dipulangkan ke Indonesia sehari kemudian melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan fasilitas Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

    Fasilitas tersebut digunakan karena tersangka diketahui berada di Malaysia secara ilegal.

    Keberhasilan pemulangan Frans Antoni dinilai menjadi langkah strategis dalam mengungkap struktur organisasi sindikat narkotika lintas negara yang selama ini diduga mengendalikan peredaran narkoba sekaligus praktik pencucian uang dalam skala besar.

    Frans Antoni sendiri telah berstatus DPO sejak 12 November 2023 berdasarkan Nomor: DPO/B15-97/XI/2023/DITTIPIDNARKOBA. Berdasarkan hasil penyidikan, ia diduga memegang peran penting sebagai pengendali keuangan, pengatur operasional lapangan, sekaligus penghubung jaringan internasional dalam organisasi Fredy Pratama.

    Penyidik mengungkap, selama kurun waktu 2017 hingga 2023, Frans Antoni diduga menjadi aktor utama dalam pengiriman uang hasil perdagangan narkotika dari Indonesia ke Thailand.

    Sedikitnya, tersangka diduga melakukan sekitar 168 kali perjalanan dengan membawa dana minimal Rp1 miliar pada setiap keberangkatan. Uang tersebut sebelumnya disamarkan melalui sejumlah money changer di Indonesia, kemudian dikonversi menjadi pecahan 1.000 Dolar Singapura sebelum dibawa keluar negeri.

    Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan bahwa Frans Antoni menerima setoran tunai sebesar 1.200.000 Dolar Singapura dari Kosnadi Irwan alias Uncle.

    Ia juga diduga menguasai tiga rekening Bank BCA atas nama adik kandungnya, Steven Antoni, yang digunakan sebagai rekening penampungan dan distribusi dana hasil tindak pidana narkotika.

    Setibanya di Indonesia, Frans Antoni langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Pemeriksaan difokuskan untuk menelusuri aliran dana, mengidentifikasi jaringan yang masih aktif, serta memperkuat pengejaran terhadap Fredy Pratama yang hingga kini masih menjadi buronan internasional dan masuk dalam daftar Red Notice.

    Kadivhumas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, otoritas Malaysia, dan KBRI Kuala Lumpur dalam proses pelacakan hingga pemulangan tersangka.

    "Frans Antoni merupakan salah satu figur penting dalam struktur jaringan Fredy Pratama. Perannya tidak hanya sebagai pelaksana di lapangan, tetapi juga sebagai pengendali keuangan dan penghubung jaringan internasional.

    Penangkapannya menjadi langkah strategis untuk membongkar secara menyeluruh struktur organisasi dan aliran dana sindikat narkotika internasional tersebut," ujar Johnny di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

    Menurutnya, penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat, sekaligus melacak seluruh aset hasil tindak pidana narkotika yang diduga disembunyikan melalui berbagai modus pencucian uang.

    "Polri berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan narkotika, termasuk pihak-pihak yang berperan dalam pencucian uang hasil kejahatan.

    Kami akan terus mengejar para pelaku yang masih buron, termasuk Fredy Pratama, serta menyita aset-aset yang berasal dari hasil tindak pidana untuk memutus mata rantai kejahatan narkotika sampai ke akarnya," tegasnya.

    Johnny menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kerja sama lintas negara dalam memerangi kejahatan transnasional.

    Menurutnya, ruang gerak para pelaku kini semakin terbatas berkat kolaborasi aparat penegak hukum di berbagai negara.

    Polri pun memastikan akan terus memperkuat koordinasi internasional guna membawa seluruh anggota jaringan ke hadapan hukum sekaligus memutus sumber pendanaan organisasi narkotika yang beroperasi lintas negara.







    Reporter: Muhamad Alviyan



    ‎Editor: Alvin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini