• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Polri Percepat 1.500 SPPG untuk Dukung MBG dan Ketahanan Pangan Nasional‎‎

    17/05/26, 16:03 WIB Last Updated 2026-05-17T09:03:30Z

    Foto: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
    ‎(Dok-Istimewa)



    ‎JAGUARNEWS77.COM // Tuban — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ekosistem pangan nasional menuju Indonesia Emas.

    Komitmen itu ditunjukkan dalam momentum kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

    Dalam agenda tersebut, Polri turut mendukung peresmian operasional 166 SPPG di 24 Polda jajaran yang dilaksanakan serentak dan terhubung secara daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini Polri telah mengembangkan sebanyak 1.376 SPPG di seluruh Indonesia. 


    Dari total tersebut, 736 SPPG telah beroperasi, 172 SPPG berada dalam tahap persiapan operasional, dan 468 lainnya masih dalam proses pembangunan, termasuk 33 unit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


    “Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta masyarakat dan menyerap 68.000 tenaga kerja,” ujar Kapolri saat menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal II di Tuban.

    Kapolri menegaskan, Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG pada tahun 2026 untuk memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    “Pada tahun 2026, Polri menargetkan melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia.

    Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

    Di sisi lain, Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Nurworo Danang, menjelaskan bahwa Program MBG tidak semata berorientasi pada distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.

    Program tersebut juga diarahkan untuk membangun ekosistem pangan berkelanjutan melalui pelibatan petani, peternak, UMKM, koperasi lokal, hingga penguatan rantai pasok pangan nasional.

    Menurutnya, keberlanjutan program menjadi fokus utama agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan sektor pertanian.

    “Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif.

    Karena itu, keberlanjutan program menjadi prioritas utama yang terus diperkuat Polri,” jelas Irjen Pol. Nurworo Danang.

    Untuk menjamin kualitas pelayanan, seluruh operasional SPPG Polri disebut menerapkan standar keamanan pangan yang ketat mulai dari tahap produksi hingga distribusi.

    Setiap fasilitas didukung sertifikat penjamah makanan, sertifikat laik higiene sanitasi, sertifikasi halal, sertifikat uji laboratorium air, hingga pemeriksaan keamanan pangan oleh tenaga kesehatan Dokkes Polri.

    Langkah tersebut dilakukan guna memastikan makanan yang didistribusikan kepada masyarakat aman, higienis, layak konsumsi, dan bebas dari kontaminasi zat berbahaya.

    Tidak hanya itu, Polri juga menghadirkan inovasi operasional dengan memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar utama dalam kegiatan memasak skala besar.

    Penggunaan CNG dinilai lebih efisien sekaligus ramah lingkungan sehingga mendukung keberlanjutan program dalam jangka panjang.

    Dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Polri juga bergerak dari sektor hulu hingga hilir.

    Sebanyak 714 kelompok tani jagung binaan Polri di 42 Polres pada 8 Polda telah memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total penyaluran mencapai Rp30,3 miliar.

    Dukungan tersebut diberikan untuk membantu pengolahan lahan pertanian hingga pembelian pupuk.

    Selain penguatan sektor produksi, Polri bersama sejumlah mitra juga memperkuat infrastruktur logistik pangan nasional.

    Saat ini telah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda.

    Pada tahun 2026, jumlah tersebut direncanakan bertambah 10 gudang baru sehingga total mencapai 28 gudang dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton.

    Tak hanya itu, satu gudang utama berkapasitas 10.000 ton juga tengah dipersiapkan dan ditargetkan selesai pada Juni 2026 guna menjaga stabilitas pasokan hasil panen nasional.

    Agenda Presiden RI di Tuban turut dirangkaikan dengan Panen Raya Jagung Kuartal II serta peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.

    Mengutip arahan Presiden RI, Kapolri menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa dan menciptakan generasi unggul.

    “Sebagaimana amanat Bapak Presiden, menghasilkan pangan dan makanan adalah melanjutkan peradaban.

    Kami memahami bahwa penyediaan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutur Kapolri.

    Berbagai langkah strategis tersebut menegaskan peran Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pemenuhan gizi, ketahanan pangan, serta pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.



    ‎Reporter: Muhamad Alviyan



    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini