• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Polri Perkuat Kolaborasi Akademik, Pusat Studi Kepolisian Jadi Motor Transformasi Berbasis Ilmu Pengetahuan‎

    10/04/26, 11:49 WIB Last Updated 2026-04-10T04:49:14Z

    Foto: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengakselerasi transformasi di bidang pendidikan melalui penguatan kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi (Dok-Istimewa)



    JAGUARNEWS77.com // Jakarta, 10 April 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengakselerasi transformasi di bidang pendidikan melalui penguatan kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi.

    Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui kerja sama dengan Universitas Borobudur dalam pembentukan Pusat Studi Kepolisian, sebagai upaya memperkuat kebijakan berbasis riset dan keilmuan.

    Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan pusat studi kepolisian menjadi bagian penting dari transformasi Polri yang adaptif dan terbuka terhadap kolaborasi akademik.

    Hal itu disampaikan dalam Rapat Analisa dan Evaluasi Quickwins jajaran Polri yang digelar pada 9 April 2026 di Mabes Polri.

    “Akselerasi transformasi di bidang pendidikan menjadi prioritas.

    Kami juga mengapresiasi jajaran yang telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi.

    Komunikasi akademik ini penting untuk membangun jaringan dan membuka ruang bagi kampus memberikan masukan kritis kepada institusi Polri,” ujar Wakapolri.

    Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya memperkuat kualitas kebijakan, tetapi juga mendorong Polri lebih responsif terhadap dinamika sosial yang terus berkembang, termasuk di era digital.

    Dari sisi akademik, Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Faisal Santiago, menyambut positif langkah tersebut.

    Ia menilai kolaborasi ini menjadi ruang strategis bagi dunia kampus untuk berkontribusi langsung dalam mendukung kebijakan kepolisian yang berbasis data.

    “Kami sangat antusias dan mengapresiasi langkah terbuka Polri dalam memanfaatkan riset ilmiah sebagai dasar penyusunan program ke depan.

    Ini adalah bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan institusi negara,” ujarnya.

    Secara nasional, penguatan kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi menunjukkan perkembangan signifikan.

    Hingga saat ini, tercatat 77 Nota Kesepahaman (MoU) telah terjalin dengan berbagai kampus di Indonesia.

    Sebanyak 25 universitas telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus meluncurkan Pusat Studi Kepolisian, sementara 16 pusat studi dengan spesialisasi keilmuan telah dibentuk di lingkungan STIK-PTIK Lemdiklat Polri.

    Pusat Studi Kepolisian tersebut dirancang sebagai pilar pengembangan konsep smart policing, yakni pendekatan kepolisian modern yang mengedepankan integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan analisis sosial.

    Konsep ini mencakup kemampuan prediktif, responsif, hingga rehabilitatif dalam menangani berbagai permasalahan masyarakat.

    Selain itu, pendekatan ini juga diarahkan untuk mampu menjawab tantangan keamanan di ruang digital, memperkuat pelayanan publik berbasis one stop service, serta memastikan kehadiran Polri yang profesional, modern, dan berorientasi pada solusi.

    Implementasi nyata kolaborasi ini telah mulai dilakukan di tingkat kewilayahan. Polres Metro Jakarta Timur bersama Universitas Borobudur telah memulai pembentukan Posko Pusat Studi Kepolisian sebagai langkah awal.

    Pada 7 April 2026, Wakapolres Metro Jakarta Timur Achmad Akbar melakukan audiensi ke kampus untuk membahas teknis pendirian posko tersebut.

    Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Polda Metro Jaya dan pihak universitas.

    Audiensi diisi dengan pembahasan teknis yang mencakup pertukaran data, pengembangan riset ilmiah, serta program pengabdian kepada masyarakat di wilayah Jakarta Timur.

    Dari pihak kampus, hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Syaiful serta jajaran Pascasarjana.

    Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Posko Pusat Studi Kepolisian akan didirikan di lingkungan kampus sebagai sekretariat bersama.

    Fasilitas ini akan difungsikan untuk mendukung kegiatan riset, kajian strategis, serta pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan aparat kepolisian.

    Kolaborasi ini menegaskan komitmen Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, terbuka, dan berbasis ilmu pengetahuan.

    Dengan melibatkan dunia akademik, diharapkan setiap kebijakan yang diambil tidak hanya responsif, tetapi juga selaras dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.

    Langkah ini sekaligus memperkuat arah Transformasi Polri menuju institusi yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini