JAGUARNEWS77.com // Jakarta — Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kecelakaan beruntun kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Bekasi.
Insiden tragis ini melibatkan taksi online, KRL, serta kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan mengakibatkan korban jiwa serta puluhan luka-luka.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
Ia memastikan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung secara menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama.
Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujarnya.
Berdasarkan kronologi sementara, peristiwa bermula ketika sebuah taksi online mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.
Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas, sehingga memicu rangkaian kejadian berikutnya.
Tidak lama kemudian, KRL yang sempat berhenti itu ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi.
Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta serta menimbulkan korban dalam jumlah besar.
Data sementara hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB mencatat total korban mencapai 106 orang.
Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Sementara itu, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang setelah adanya penambahan satu korban dari RSUD Kota Bekasi.
“Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ungkapnya.
Terkait penyebab kecelakaan, pihak kepolisian masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk faktor kelalaian manusia (human error) maupun gangguan pada sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya.
Sejumlah pihak yang terlibat, termasuk sopir taksi online dan masinis kereta, dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk memperjelas kronologi serta menentukan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, Polda Metro Jaya juga memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak.
Upaya ini dilakukan untuk membantu proses pemulihan, baik secara fisik maupun mental.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api serta selalu mendahulukan perjalanan kereta.
Selain itu, publik juga diminta tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban demi menjaga empati dan menghormati keluarga yang ditinggalkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta.
Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tutupnya.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan
› Jakarta
› Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: 16 Tewas
› Peristiwa
› Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Human Error
Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: 16 Tewas, Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Human Error
Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: 16 Tewas, Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Human Error
BERITA NUSANTARA and 4 more
29/04/26, 13:14 WIB
Last Updated
2026-04-29T06:14:29Z
Foto: Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kecelakaan beruntun kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Bekasi (Dok-Istimewa).
JakartaKecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: 16 TewasPeristiwaPolda Metro Jaya Dalami Dugaan Human Error
Komentar