Rangkaian kegiatan yang digelar pada Kamis, 19 Maret 2026 hingga Jumat, 20 Maret 2026 ini diperkirakan akan menarik antusiasme besar masyarakat. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama ibu kota.
Pada hari pertama, Kamis (19/3), kegiatan berlangsung pukul 15.30 WIB hingga 21.00 WIB di sekitar Bundaran HI, termasuk ruas Jalan M.H. Thamrin dan kawasan sekitar Plaza Indonesia.
Sementara pada Jumat (20/3), acara dilanjutkan dengan Jakarta Bedug Kolosal, pawai kendaraan hias, serta pawai obor elektrik yang berlangsung pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Dishub DKI Jakarta menjelaskan bahwa lokasi utama kegiatan akan memanfaatkan ruas Jalan M.H. Thamrin, khususnya sisi utara mulai dari akses keluar-masuk Plaza Indonesia hingga kawasan Bundaran HI.
Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi akan mengalami pengalihan arus lalu lintas secara bertahap dan situasional.
Untuk mengurai kepadatan, arus kendaraan dari arah barat menuju utara, seperti dari kawasan Plaza Indonesia menuju Sarinah, akan dialihkan melalui Jalan M.H. Thamrin, Jalan Teluk Betung, hingga Jalan Wahid Hasyim.
Sementara itu, sejumlah ruas strategis seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kebon Sirih, Jalan KH Wahid Hasyim, dan Jalan Imam Bonjol juga akan terdampak pengaturan lalu lintas.
Pada hari kedua, pawai obor dan kendaraan hias akan mengambil rute dari Pintu Barat Daya Silang Monas sebagai titik awal, melintasi Bundaran Bank Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, dan berakhir di Bundaran HI.
Sepanjang rute tersebut, penutupan dan pengalihan arus akan diberlakukan secara fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan.
Dishub turut menyiapkan berbagai jalur alternatif bagi pengguna jalan.
Untuk arus dari utara ke selatan, kendaraan dapat dialihkan melalui Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir. H. Juanda, hingga Jalan Suryopranoto dan Jalan KH Mas Mansyur.
Sementara arus dari selatan ke utara dapat melalui Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof. DR. Satrio, hingga Jalan Gajah Mada.
Selain itu, arus dari timur ke barat maupun sebaliknya juga disarankan menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Taman Cut Mutia, Jalan Menteng Raya, hingga Jalan Abdul Muis dan Jalan Fachrudin guna menghindari titik kepadatan di pusat kegiatan.
Sebagai upaya mendukung kelancaran acara, pemerintah juga telah menyiapkan sebanyak 21 kantong parkir yang tersebar di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan IRTI Monas, Perpustakaan Nasional, Gedung Sarinah, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, hingga kawasan perkantoran seperti Wisma Nusantara dan Gedung BNI 46.
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak memarkir kendaraan sembarangan serta memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan.
Selain itu, pengguna jalan diharapkan dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan memilih rute alternatif guna menghindari kemacetan.
“Pengaturan lalu lintas ini bersifat situasional. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama,” demikian imbauan Dishub DKI Jakarta.
Dengan rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan, pemerintah berharap rangkaian perayaan malam takbiran dan kegiatan Eid Mubarak Jakarta dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa mengganggu mobilitas warga secara signifikan.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan