• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Evaluasi Arus Mudik, Korlantas Pertimbangkan Hentikan One Way Nasional Siang Ini

    20/03/26, 14:27 WIB Last Updated 2026-03-20T07:28:18Z

    ‎Foto: Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan one way nasional untuk arus mudik Lebaran 2026 dihentikan pada Sabtu (21/3/2026). (Dok-Korlantas Polri)


    ‎JAGUARNEWS77.com // JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional pada arus mudik Lebaran 2026 berpeluang dihentikan pada Jumat (20/3/2026) siang.

    Keputusan tersebut akan ditentukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lalu lintas terkini, khususnya di ruas tol utama.

    Pernyataan itu disampaikan Agus saat berada di kawasan Bundaran HI pada Jumat dini hari.

    Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan penilaian komprehensif pada pagi hari dengan mempertimbangkan sejumlah indikator penting, seperti volume kendaraan, kelancaran arus, serta data traffic counting di jalur tol.

    “Rencana penutupan one way nasional akan kami evaluasi besok pagi. Jika tidak ada lagi peningkatan arus kendaraan, lalu lintas cenderung lenggang, dan angka traffic counting rendah, maka kemungkinan siang hari akan kami cabut,” ujar Agus.

    Menurutnya, tren pergerakan kendaraan dalam dua hari terakhir menunjukkan penurunan signifikan setelah puncak arus mudik yang terjadi pada 18 dan 19 Maret. Kondisi ini menjadi dasar awal bagi kepolisian untuk mengkaji ulang efektivitas penerapan sistem satu arah berskala nasional tersebut.

    Meski demikian, Agus menegaskan bahwa keputusan penghentian rekayasa lalu lintas tidak diambil secara sepihak.

    Korlantas Polri terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, operator jalan tol Jasa Marga, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan Polri.

    “Koordinasi terus kami lakukan dengan stakeholder terkait, termasuk Menteri Perhubungan dan Dirut Jasa Marga, serta kami laporkan kepada Kapolri. Waktu pasti pencabutan akan kami sampaikan setelah hasil evaluasi final,” katanya.

    Sebagai informasi, sistem one way nasional mulai diberlakukan sejak 18 Maret di ruas Tol Trans Jawa.

    Rekayasa lalu lintas ini diterapkan mulai dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama di Jawa Barat hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung di Semarang, Jawa Tengah.

    Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurai lonjakan volume kendaraan yang meningkat tajam menjelang Hari Raya Idulfitri.

    Data Korlantas Polri mencatat, puncak arus mudik tahun ini mencapai sekitar 270 ribu kendaraan dalam satu hari.

    Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 4,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    Agus menilai, lonjakan tersebut masih dapat dikendalikan berkat penerapan berbagai strategi rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one way nasional.

    Namun, seiring dengan menurunnya volume kendaraan dalam beberapa waktu terakhir, efektivitas kebijakan tersebut kini tengah dievaluasi secara dinamis.

    Di sisi lain, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.

    Pengemudi diminta mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta menjaga stamina selama berkendara.

    Meski arus kendaraan mulai melandai, potensi kepadatan tetap dapat terjadi secara situasional, terutama di titik-titik rawan seperti rest area dan simpul keluar-masuk tol.

    Dengan evaluasi berbasis data dan koordinasi lintas instansi, Korlantas Polri berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat tetap berlangsung aman, lancar, dan terkendali, sekaligus mengantisipasi fase arus balik dalam beberapa hari ke depan.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini