• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Resmi: Lebaran 2026 Sabtu 21 Maret, Kemenag Tegaskan Berdasarkan Hisab dan Rukyat

    19/03/26, 20:22 WIB Last Updated 2026-03-19T13:23:00Z


    Foto: musyawarah bersama para pakar dan perwakilan ormas Islam, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menteri Agama dalam konferensi pers.(Dok-Istimewa)

    ‎
    ‎

    JAGUARNEWS77.com // JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu,
    ‎21 Maret 2026.
    ‎
    ‎Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan hilal di seluruh wilayah Indonesia menunjukkan tidak adanya tanda-tanda visibilitas bulan sabit awal Syawal.
    ‎
    ‎Penetapan tersebut diumumkan Menteri Agama usai memimpin sidang isbat yang digelar dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan DPR RI, pakar astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.
    ‎
    ‎Pemerintah menegaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung).
    ‎
    ‎“Berdasarkan hasil hisab dan rukyat, serta musyawarah bersama para pakar dan perwakilan ormas Islam, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menteri Agama dalam konferensi pers.
    ‎
    ‎Hilal Belum Memenuhi Kriteria
    ‎
    ‎Dalam penjelasannya, Menteri Agama mengungkapkan bahwa secara astronomis posisi hilal saat matahari terbenam di Indonesia masih berada di bawah ambang batas visibilitas yang ditetapkan.
    ‎
    ‎Data hisab menunjukkan ketinggian hilal berkisar antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit.
    ‎
    ‎Angka tersebut dinilai belum memenuhi kriteria imkan rukyat yang menjadi standar penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.
    ‎
    ‎“Secara kriteria, posisi hilal pada hari ini belum memenuhi syarat untuk dapat terlihat,” jelasnya.
    ‎
    ‎117 Titik Pemantauan, Nihil Laporan
    ‎
    ‎Selain pendekatan astronomi, pemerintah juga melakukan rukyat di 117 titik yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
    ‎
    ‎Namun, seluruh laporan yang masuk menyatakan tidak ada satu pun pengamat yang berhasil melihat hilal.
    ‎“Dari laporan yang masuk dari seluruh Indonesia, tidak ada satu pun yang menyatakan melihat hilal,” tegas Menteri Agama.
    ‎
    ‎Dengan kondisi tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengistikmalkan bulan Ramadan menjadi 30 hari. Artinya, Idulfitri 1447 H jatuh pada hari berikutnya, yakni Sabtu, 21 Maret 2026.
    ‎
    ‎Sidang Isbat sebagai Ruang Musyawarah
    ‎
    ‎Pemerintah menegaskan bahwa sidang isbat bukan sekadar forum formal penetapan, melainkan ruang musyawarah yang melibatkan berbagai pihak.
    ‎
    ‎Prosesnya diawali dengan seminar terbuka yang memaparkan data hisab dan hasil rukyat, kemudian dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk pengambilan keputusan.
    ‎
    ‎“Sidang isbat ini merupakan sarana musyawarah antara pemerintah, para ahli, dan umat Islam.
    ‎
    ‎Ini adalah bentuk ikhtiar bersama agar ada kesepahaman dalam penentuan waktu ibadah,” ujarnya.
    ‎
    ‎Harapan untuk Kebersamaan
    ‎
    ‎Pemerintah berharap keputusan ini dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idulfitri secara serentak.
    ‎
    ‎Momentum Lebaran juga diharapkan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
    ‎
    ‎“Kami berharap keputusan ini membawa kebaikan dan menjadi simbol kebersamaan umat Islam, sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai bangsa,” tutup Menteri Agama.
    ‎
    ‎
    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎
    ‎Editor: Muhamad Alviyan


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini