• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Operasi Pekat Polres Metro Jakarta Timur Sita Sajam, Motor, dan Puluhan Ponsel Terkait Tawuran

    02/02/26, 22:06 WIB Last Updated 2026-02-02T15:06:33Z

    Foto: Barang Bukti Yang Di Amankan Polres Jakarta Timur. (Dok-Istimewa)

    ‎Jaguarnews77.com // Jakarta - Polres Metro Jakarta Timur mengintensifkan pengamanan wilayah melalui pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar selama 15 hari, terhitung sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026.


    Operasi ini menyasar berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya tawuran, balap liar, serta peredaran penyakit masyarakat di wilayah Jakarta Timur.


    Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar, S.I.K., M.Si., mengatakan Operasi Pekat merupakan implementasi kebijakan Polda Metro Jaya yang dilaksanakan secara terpadu bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Kodim 0505/Jakarta Timur, serta melibatkan unsur masyarakat.


    “Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus meminimalisasi gangguan keamanan yang meresahkan warga,” ujar Achmad Akbar saat konferensi pers di Jakarta Timur, Senin (2/2/2026).


    Ia menjelaskan, pelaksanaan Operasi Pekat mengedepankan pendekatan preventif melalui imbauan dan penyuluhan kepada masyarakat, preventif khusus dengan pendirian pos pengamanan, serta tindakan represif terhadap setiap pelanggaran hukum yang ditemukan di lapangan.


    Sebanyak 27 pos terpadu didirikan di titik-titik rawan di seluruh wilayah Jakarta Timur.


    Pos-pos tersebut dijaga oleh personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, unsur Pemkot, Kodim, serta elemen masyarakat guna memperkuat pengawasan dan mempercepat respons terhadap potensi konflik sosial.


    Pada pekan pertama operasi, aparat berhasil membubarkan lima peristiwa yang terindikasi tawuran.


    Dari penindakan tersebut, polisi mengamankan 27 orang, terdiri atas 20 anak di bawah umur dan tujuh orang dewasa.


    Menurut Achmad Akbar, penanganan terhadap anak dilakukan dengan mengedepankan prinsip pembinaan.


    Dua anak diproses sesuai ketentuan hukum, sementara 18 lainnya menjalani pembinaan terpadu bersama Dinas Sosial Jakarta Timur.


    Adapun tujuh orang dewasa diberikan pembinaan dengan melibatkan unsur masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.


    Selain itu, petugas turut menyita tiga bilah senjata tajam, sejumlah sepeda motor, serta 18 unit telepon genggam.


    Seluruh barang bukti masih dalam proses pendalaman, termasuk pemeriksaan forensik untuk mengetahui keterkaitannya dengan rencana aksi tawuran.


    Operasi Pekat juga menyasar aktivitas balap liar. Polisi mengamankan 16 kendaraan yang kini dalam pemeriksaan Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur.


    Bersama Satpol PP Jakarta Timur, aparat turut menindak enam penjual petasan serta menyita minuman keras dan barang bukti lain yang berpotensi mengganggu kamtibmas.


    Polres Metro Jakarta Timur menegaskan Operasi Pekat akan terus dilaksanakan hingga 11 Februari 2026 sebagai upaya berkelanjutan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat Jakarta Timur.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini