• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎HPN ke-80 Bergema, Kakanwil Imigrasi DKI Jakarta Apresiasi Peran Strategis Pers‎

    13/02/26, 14:02 WIB Last Updated 2026-02-13T07:02:32Z

    Foto: Pamuji Raharja, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta. (Dok-JN77/MA)

    ‎

    ‎JAGUARNEWS77.com // Jakarta – Gaung peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 yang digelar di Serang pada 9 Februari 2026 masih terasa hingga beberapa hari setelah acara puncak.
    ‎
    Berbagai ucapan selamat dan refleksi mengenai peran strategis pers terus mengalir dari kalangan pemerintah maupun non-pemerintah, menegaskan posisi pers sebagai elemen penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
    ‎
    Salah satu apresiasi datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, Pamuji Raharja.
    ‎
    Ia menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada insan pers saat ditemui di ruang kerjanya di kantor sementara Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Jalan Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).
    ‎
    Dalam keterangannya, Pamuji menekankan bahwa pers merupakan pilar demokrasi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, jernih, dan berimbang kepada masyarakat.
    ‎
    “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Pamuji Raharja, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, mengucapkan selamat Hari Pers Nasional yang ke-80.
    ‎
    Semoga pers semakin jaya membangun Negara Republik Indonesia sesuai Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto.
    ‎
    Semoga pers juga semakin sehat dan menjadi pondasi kuat untuk kebebasan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Terima kasih.
    ‎
    Wabillahitaufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ujarnya.
    ‎
    Refleksi dan Tantangan di Usia ke-80
    ‎Peringatan HPN tahun ini menjadi momentum refleksi bagi insan pers nasional.
    ‎
    Di usia ke-80, pers Indonesia dinilai semakin matang dalam menjalankan fungsi edukasi, informasi, kontrol sosial, dan hiburan secara profesional serta bertanggung jawab.
    ‎
    Menurut Pamuji, di tengah era keterbukaan informasi dan transformasi digital, tantangan dunia jurnalistik kian kompleks.
    ‎
    Arus informasi yang cepat dan masif berpotensi memunculkan disinformasi maupun misinformasi apabila tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang ketat.
    ‎
    Ia menegaskan bahwa profesionalisme dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik menjadi kunci agar pers tetap dipercaya publik.
    ‎
    “Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Verifikasi tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pemberitaan,” tegasnya.
    ‎
    Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Media
    ‎Lebih lanjut, Pamuji menilai sinergi antara institusi pemerintah dan media perlu terus diperkuat, khususnya dalam konteks keterbukaan informasi publik.
    ‎
    Transparansi, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.
    ‎
    Dalam bidang keimigrasian, pemberitaan yang akurat dinilai membantu masyarakat memahami kebijakan, prosedur layanan, serta regulasi yang berlaku.
    ‎
    Informasi yang utuh dan tidak terpotong dapat mencegah kesalahpahaman publik terhadap kebijakan pemerintah.
    ‎
    “Pers memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan pemberitaan yang jernih dan berimbang, publik dapat memahami kebijakan secara utuh, tidak sepotong-sepotong,” tambahnya.
    ‎
    Momentum Nasional
    ‎Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan kontribusi pers dalam perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional.
    ‎
    Peringatan ke-80 yang berlangsung di Serang dihadiri ribuan insan pers dari berbagai daerah, menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi atas peran strategis media di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi.
    ‎
    Sejumlah kalangan menilai, di tengah perubahan zaman dan tantangan global, independensi dan integritas pers harus tetap dijaga.
    ‎
    Pers dituntut untuk kritis terhadap kebijakan publik, namun tetap menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan akurasi.
    ‎
    Ucapan dan harapan yang disampaikan berbagai pihak, termasuk dari jajaran Imigrasi DKI Jakarta, menjadi penegas bahwa eksistensi pers tetap relevan dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    ‎
    Di usia yang ke-80, pers Indonesia diharapkan terus berdiri independen, profesional, dan konsisten menjaga integritas demi kepentingan publik serta kemajuan bangsa.
    ‎
    ‎
    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎Editor: Muhamad Alviyan
    ‎

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini