• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Uang Passolo Menggema di Jakarta, Blok M Square Ikut Bergairah

    08/01/26, 22:53 WIB Last Updated 2026-01-08T15:53:30Z

    Foto: Ayu Andriani (34). (Dok-Istimewa)

    JAGUARNEWS77.com // Jakarta – Setelah sempat redup dalam beberapa tahun terakhir, Blok M Square kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.


    ‎Pusat perbelanjaan legendaris di Jakarta Selatan ini kini kembali dipadati pengunjung, menandai pulihnya denyut ekonomi dan aktivitas sosial di kawasan tersebut.


    ‎Pantauan wartawan, Kamis (8/1/2026), menunjukkan hampir seluruh area mal kembali hidup.


    ‎Kios ritel dan tenan kuliner tampak beroperasi aktif, sementara arus pengunjung mengalir merata dari lantai bawah hingga atas.


    ‎Kebangkitan Blok M Square tak lepas dari peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kembali mengisi ruang usaha dengan beragam konsep kreatif.


    ‎Mulai dari kuliner tradisional hingga sajian kekinian, semuanya menyatu menciptakan suasana yang jauh lebih dinamis dibandingkan beberapa waktu lalu.


    ‎Salah satu pemicu utama keramaian adalah event kuliner “Dapur Kuliner Nusantara” bertema From Asian to Bali. 


    Digelar sejak 24 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026, acara ini menghadirkan sekitar 50 tenan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.


    ‎“Antusiasme pengunjung sangat tinggi sejak hari pertama.


    ‎Puncak keramaian biasanya terjadi pada sore hingga malam hari,” ujar Juan (23), kasir sekaligus perwakilan event organizer.


    ‎Tak hanya kuliner, sektor hiburan juga berkontribusi besar terhadap lonjakan pengunjung.


    ‎XXI Blok M Square menjadi salah satu titik paling ramai, seiring penayangan film nasional terbaru “Uang Passolo”, karya sutradara muda asal Sulawesi Selatan, Andi Burhamzah.


    ‎Film yang resmi dirilis pada 8 Januari 2026 ini menarik perhatian penonton dari berbagai latar belakang, khususnya mereka yang ingin menyaksikan kisah lokal dengan pendekatan yang jujur dan membumi.


    ‎Ayu Andriani (34), pengunjung asal Soppeng, Sulawesi Selatan, mengaku tersentuh usai menyaksikan film tersebut bersama suaminya, Fahmy Nurdin (46).


    ‎“Filmnya sangat dekat dengan realitas orang Bugis, terutama soal tradisi pernikahan dan tekanan adat.


    ‎Banyak adegan yang terasa nyata,” ujar Ayu usai pemutaran di Studio 6, lantai 5 Blok M Square.


    ‎Menurutnya, Uang Passolo berhasil menggambarkan dilema generasi muda Bugis-Makassar yang kerap terjebak antara keinginan pribadi, tuntutan adat, dan ekspektasi keluarga.


    ‎“Pesan moralnya kuat. Tentang menghormati orang tua dan tidak memaksakan kehendak hingga mengorbankan nilai kemanusiaan,” tambahnya.


    ‎Sarat Kritik Sosial dan Budaya

    ‎Dibintangi Imran Ismail, Masita Aspam, Jade Thamrin, Adhy Basto, Tumming Abu, Godfred Orindeod, Reynold Lawalata, dan Sukri Basto, Uang Passolo memadukan drama dengan komedi ringan, namun tetap menyimpan kritik sosial yang tajam.


    ‎Film ini mengangkat isu uang passolo—kontribusi dana dalam prosesi pernikahan Bugis-Makassar demi menjaga martabat dan gengsi keluarga.


    ‎Cerita berpusat pada Biba, seorang guru berpenghasilan terbatas, dan Rizky, videografer pernikahan yang tengah terpuruk secara ekonomi.


    ‎Keduanya menginginkan pernikahan sederhana, namun harus berhadapan dengan tuntutan keluarga yang mengedepankan gengsi sosial.


    ‎Konflik memuncak saat tanah keluarga digadaikan demi membiayai pesta pernikahan megah, memperlihatkan dilema klasik antara cinta, tradisi, dan tekanan ekonomi.


    ‎Efek Domino bagi Ekonomi Lokal

    ‎Meningkatnya jumlah penonton bioskop turut memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi Blok M Square.


    ‎Sejumlah pelaku UMKM mengaku merasakan lonjakan pengunjung, khususnya pada jam sore hingga malam hari.


    ‎Sinergi antara hiburan, kuliner, dan ritel menjadi penopang utama kebangkitan pusat perbelanjaan ini.


    ‎Blok M Square kini kembali menegaskan posisinya bukan sekadar ruang belanja, melainkan juga pusat interaksi budaya, ekonomi, dan sosial masyarakat urban Jakarta.


    ‎Dengan kembalinya geliat pengunjung dan hadirnya film nasional yang mengangkat kearifan lokal, Blok M Square menunjukkan bahwa ruang publik yang dikelola secara adaptif masih memiliki daya hidup yang kuat di tengah perubahan zaman.



    ‎Reporter: Wahyu Permana


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini