• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Merasa Dirugikan, Supplier Urugan Tanah Direksi Keet WIKA Didesa Mekarjaya Ancam Demo

    10/10/22, 14:44 WIB Last Updated 2022-10-10T07:44:28Z
    JAGUARNEWS77.com # Pandeglang, Banten, - Pekerjaan Pengurugan tanah merah ke lokasi kantor Direksi keet pengontrol proyek Pembangunan Tol Serang Panimbang Didesa Mekarjaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten diduga merugikan supplier tanah merah.

    Pasalnya, meski sesuai kebutuhan. Pekerjaan pengurugan sudah dilakukan untuk kantor Direksi keet oleh supplier pembayaran hingga kini masih belum diselesaikan pihak perusahaan.

    Kepada wartawan Anton Nuromadon (30), Suppplier tanah merah mengatakan pembayaran Pekerjaan Pengurugan Tanah Kantor Direksi Keet WIKA Serang Panimbang di Kampung Encle Desa Mekarjaya Kecamatan belum diselesaikan.

    "Kurang lebih 2 bulan meski sudah diselesaikan pembayaran tanah urug Kantor Direksi Keet WIKA Serang Panimbang tidak kunjung dibayar sesuai dengan harga tanah urugan per kubik curah atau per rit truk," ungkapnya.

    Masih dikatakan Anton Nuromadon bahwa lontaran janji hanya sebatas kamuflase pihak perusahaan dengan cara meminta waktu untuk menyelesaikan. Namun realitanya itu hanya ucapan jempol belaka.

    “Kami sudah habis kesabaran, beberapa Minggu yang lalu sampai dengan sekarang Minggu 9 Oktober 2022 sudah hampir 2 bulan lebih Samsul Anam pihak perusahaan tak kunjung menepati janjinya,” terang Anton.

    Lebih lanjut Anton menjelaskan bahwa perjanjian awal hitungan curah untuk pekerjaan urugan tanah, Namun setelah proses selesai berbeda dengan perjanjiannya.


    “Awalnya dihitung Curah dan setelah selesai mekanismenya berbeda dengan perjanjian, dan total 476,95 kubik yang belum di bayar dengan jumlah 476,95×60.000 yakni Rp. 28.617.000,” bebernya.

    Ia menegaskan dalam jangka waktu dekat akan menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor direksi keet jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.


    "Kami menuntut hak agar perusahaan Wika membayar sesuai dengan jumlah, jika hanya janji dan janji maka tidak segan-segan akan menggelar aksi unjuk rasa," tandas Anton Nuromadon.

    Terpisah, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp 28 September 2022 Samsul Anam awalnya membantah sebetulnya tidak ada masalah dan berjanji jika persoalan tersebut akan diklarifikasi secara langsung, Namun apa yang diungkapkan hingga berita dipublikasikan tak kunjung menepati janjinya.


    “Dari WA saya ini poin pertama, Informasi yang bapak peroleh kurang tepat, Hari sabtu saya di panimbang dan akan saya klarifikasi langsung face to Face bukan lewat wa seperti ini,” papar Samsul Anam dalam hak jawab klarifikasi lewat pesan singkat WhatsApp.

    @djemi (Kabiro pandeglang)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini