• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel



    Ibu di Tangerang Ungkap Alasan Seret Anak ke Pengadilan Gegara Jual Kulkas

    26/01/22, 10:38 WIB Last Updated 2022-01-26T03:38:29Z
    JAGUARNEWS77.com # Tangerang, Banten - Seorang ibu berinisial LF (45) di Tangerang menyeret anaknya, pemuda berinisial S (24) ke meja hijau karena menjual kulkas. LF mengungkap alasannya melaporkan sang anak.


    Saat kasus bergulir di kepolisian, LF dan S sudah diupayakan untuk mediasi. Akan tetapi, mediasi itu gagal lantaran LF merasa tersinggung karena diusir oleh sang anak.


    "Kan ini (anak) nantang saya. Saya sudah baik-baik panggil RT-RW, Binmas, mediasi nggak ada mufakat, bahkan baju saya dikeluarin lagi di depan mereka. Gimana saya sebagai ibu enggak boleh masuk lagi, pintunya dikunci. Diusir kek gitu pantes enggak sebagai anak?" kata LF kepada wartawan saat ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (25/1/2022).


    Selain itu, LF juga mengaku sudah tidak sanggup atas perlakuan sang anak. Menurutnya, S sebagai anak kandung sudah menantang dan bahkan menghinanya.


    "Mosok saya sih diusir, ndak malu sama saya dah tua mesti cari duit. Udah nggak sanggup. Udah kelihatan, udah saya bangun hal yang baik makanya saya laporkan ini," tuturnya.


    Sebagai seorang ibu, LF tetap membuka pintu maaf bagi anaknya itu. Namun saat ini ini menyerahkan proses hukum berlanjut.


    "Saya maafin, tapi karena udah keluar ucapan saya karena saya udah nggak kuat lagi sebagai orang tua karena saya diusir. Kita lihat keputusan nanti gimana kalau lanjut ya lanjut, saya juga nggak mau mainin hukum. Saya ikutin aja proses hukumnya," ungkapnya.


    Bantah Anak soal PHK


    Sementara itu, LF membantah pengakuan anaknya yang di-PHK karena terdampak pandemi Corona. Menurutnya, kulkas miliknya itu dijual jauh sebelum sang anak kena PHK.


    "Itu bohong. Dia di-PHK kapan tahu, jual kulkasnya kapan tahu," katanya.


    Selama beberapa tahun, LF bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Pada 2019, ketika ia pulang dari luar negeri, menurutnya, S sudah tidak bekerja.


    "Saya datang ke Indonesia memang dia sudah nggak kerja, kerja sebentar. Saya datang ke Indonesia tahun 2019, dia kerja cuman 2 bulan apa 3 bulan," ungkapnya.


    Penjelasan Versi Anak


    Sebelumnya, pengacara S, Muhammad Mualimin menceritakan pada 2020, S hanya tinggal bersama kakaknya yang berinisial V (27). Saat itu pandemi menghampiri, mereka berdua terkurung di rumahnya di Serua Poncol, Ciputat, Tangsel, karena adanya aturan PSBB.


    Akibatnya, S dan V diserang lapar selama tiga hari. V akhirnya berinisiatif menyuruh adiknya menjual kulkas di rumahnya.


    "Kulkas itu jarang terpakai, kosong, dan hanya teronggok di dalam rumah. Tapi sial, kulkas kecil satu pintu yang hanya laku Rp 500 ribu mengantarkan S ke jeruji besi," kata Mualimin kepada wartawan, Senin (24/1).


    LF mengetahui pencurian ini. LF kemudian melaporkan S ke Polres Tangsel atas dugaan tindak pidana pencurian.


    "ibunya yang berinisial LF melaporkan S perkara Pencurian jo Pencurian Dalam Keluarga pasal 362 KUHP jo Pasal 367 ayat (2) KUHP dengan Laporan Nomor LP/1375/K/XII/2020/SPKT/Res Tangsel. S dipolisikan tanggal 23 Desember 2020," kata Mualimin.


    Mualimin menerangkan, S kala itu baru saja dipecat dari pekerjaannya. Selain kelaparan, kondisi ekonomi yang sulit membuat S dan V terpaksa menjual kulkas tersebut. Yang paling tak disangka, S dilaporkan ke polisi oleh ibunya sendiri.


    "Tak pernah menyangka ibunya sendiri tega melaporkan ke polisi. Padahal si ibu tak pernah peduli anaknya makan atau tidak, Ibu tak menunaikan tanggung jawabnya menafkahi anak," jelas Mualimin


    Artikel ini telah tayang didetiknews, dengan judul : "Ibu di Tangerang Ungkap Alasan Seret Anak ke Pengadilan Gegara Jual Kulkas" (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini