• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Balita Usia 3 Bulan Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan.

    19/07/21, 12:14 WIB Last Updated 2021-07-19T05:14:11Z
    JAGUARNEWS77.com # Serang, Banten -Sangat malang nasib Mita ananda sari, Seorang bayi perempuan yang baru berusia 3 bulan beralamat di Kp.cinanggerang,  RT, 12/RW, 04,Desa pasir Limus kecamatan Pamarayan kabupaten serang Banten, menderita penyakit hydrosepalus. 


    Mita ananda sari, merupakan anak kedua  dari pasangan Masduki, 28 dan Aas, 23, keluarga yang berasal dari Desa pasir limus kecamatan pamarayan kabupaten serang banten kini harus menumpang sementara bersama ibu kandungnya. 


    Saat disambangi sejumlah awak media, Terlihat Mita ananda sari, menahan sakit luar biasa akibat menderita penyakit Hidrosefalus tersebut. Mita Ananda Sari hanya bisa berbaring tanpa bisa bermain  seperti layaknya anak anak seusia dia, yang bisa dilakukan hanya bisa menangis dan terdengar suara  batuk batuknya disela sela pangkuan ibunya. 


    Menurut Aas penumpukan cairan di rongga otak yang dialami anaknya itu sudah terlihat sejak berusia 2 bulan,  dimana penumpukan cairan tersebut mengakibatkan tekanan pada otak yang membuat  ukuran kepalanya tambah membesar. 


    Sejak mengidap penyakit ini  Mita ananda sari,  harus rutin ke rumahsakit,  sampai harus menjalan operasi di RSUD Drajat serang, dikenakan alatnya rusak menurut dokter, maka di rujuk ke rumah sakit Kartini Rangkas Bitung Lebak Banten. 


    Kembali dari peninjauan awak media. terlihat  Mita ananda sari, hanya bisa berbaring di tempat tidurnya,  Mita ananda sari, juga harus menangis kesakitan  ketika buang air kecil atau air besar saluran saluran selang yang terhubung kepalanya itu kerap mengeluarkan cairan bersamaan saat dia buang air.


    Sungguh penderitaan luar biasa yang dirasakan  Mita ananda sari, terlebih  kehidupan kedua orang tuanya yang serba kekurangan. Balita yang semestinya bermain dengan ceria harus berjuang melawan perihnya penyakit yang dia derita.


    Disebutkan Masduki ayah  Mita ananda sari, kesehariannya adalah bekerja sebagai  serabutan  harian. Penghasilannya pun tak sebanding dengan beban yang harus ia tanggung.  Demi mengobati buah hatinya itu.  Masduki,  rela pulang pergi dari pekerjaannya. 


    Ironisnya lagi,  AAS, ibunda  Mita ananda sari, ini ternyata juga menderita  kelumpuhan pada kaki  dimana menurut pengakuan ibunda Mita ananda sari ini Ia menderita  kelumpuhan tersebut sudah cukup lama dan harus menggunakan  tongkat buatan  suaminya  yang berbahan kayu untuk berjalan dan melakukan berbagai aktivitas. 


    Terlebih  AAS  pun harus beraktivitas eksra dalam mengasuh  dan merawat  Mita ananda sari  anak keduanya setiap hari, Ia hanya bisa berharap dan berdoa semoga ada tangan - tangan dermawan yang bisa meringankan beban keluarga nya. 


    Sebenarnya kami mau pulang kampung, tapi karena harus rutin periksa Mita ananda sari  makanya gak bisa pulang kalau pulang AAS sangat menghawatirkan kondisi Mita ananda sari, terangnya.


    Disisi lain AAS, mengatakan pengobatan untuk anaknya ini tidak hanya selesai di serang Banten Bahkan dalam waktu dekat, mereka akan di rujuk  menuju rumah sakit yang ada di Rangkas Bitung Lebak. 


    Kami ini dari kampung, untung aja disini ada keponakan yang bisa antar kami kesana kemari , kalau ke rangkas maka kami tidak ada sanak saudara disana, takut dan bingung nantinya di sana harus tinggal di mana, ucapnya.


    Hal yang lebih AAS, takutkan lagi, tidak lain Uang simpanannya untuk berobat Mita ananda sari, sudah sangat menipis. Sementara sang suami masih terus bekerja keras mencari nafkah dan biaya untuk pengobatan itu. 


    Kami orang miskin seperti ini hanya bisa berharap, semoga ada yang mau membantu kami untuk mengobati Mita ananda sari, harapnya dengan raut wajah bersedih, Minggu, 18/7/2021



    BK
    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini