• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Polres Depok Digeruduk Massa, Dipicu Kesalahpahaman

    18/05/21, 10:01 WIB Last Updated 2021-05-18T03:01:16Z
    Polres Metro Depok digeruduk massa diduga karena ada kesalahpahaman terkait pimpinan kelompok Ambon.
    Markas Polresta Depok. (CNN Indonesia/Andry Novelino)


    JAGUARNEWS77.com # Depok, Jabar - Polres Metro Depok digeruduk massa pada Senin (17/5). Kejadian ini diduga karena ada kesalahpahaman.


    Peristiwa itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @cetul222.


    Kasubag Humas Polres Metro Depok Kompol Supriyadi menyebut peristiwa itu terjadi terkait pemanggilan pimpinan kelompok Ambon di Depok. Massa menduga pimpinan mereka sedang diperiksa oleh polisi.


    "Jadi tadi ada pemanggilan sebagai saksi seorang ketua pimpinan kelompok Ambon di Depok dipanggil sebagai saksi, karena yang bersangkutan masih sakit ya akhirnya pemeriksaan ditunda. Itu yang pendukungnya dikira yang bersangkutan diperiksa," tutur Supriyadi saat dihubungi, Senin (17/5).


    Supriyadi menyampaikan pemimpin kelompok itu memang sempat datang ke Polres. Namun, kedatangan itu untuk meminta agar pemeriksaan ditunda lantaran sedang sakit.


    Supriyadi memastikan bahwa peristiwa penggerudukan itu hanya merupakan kesalahpahaman saja.


    "Jadi mereka salah tanggap, dikira ketuanya mau diapain padahal mau diklarifikasi saja soal keributan orang Ambon beberapa waktu lalu," ujarnya.


    Lebih lanjut, kata Supriyadi, massa yang ditaksir berjumlah 30 orang itu langsung membubarkan diri usai pimpinan mereka datang.


    Supriyadi juga menyebut tak ada fasilitas Polres Metro Depok yang rusak akibat peristiwa penggeredukan itu.


    "Enggak ada kan memang mereka hanya bergerombol aja. Kita dari Polres imbau mereka untuk balik kanan, enggak ada apa-apa," ucap Supriyadi.



    Sumber : cnn Indonesia
    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini