• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Masyumi 'Reborn' Larang Kader Tepuk Tangan dan Bikin Rekening Bank Riba

    24/04/21, 20:21 WIB Last Updated 2021-04-24T13:21:42Z
    Sidang uji formil UU KPK kembali digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi. Sejumlah saksi ahli mulai dari pakar hukum hingga ahli filsafat dihadirkan di sidang itu 
    Abdullah Hehamahua (Ari Saputra/detikcom)

    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Partai Masyumi, atau sering disebut Masyumi 'reborn', menggelar rapat. Banyak hal dibahas, mulai sorotan terhadap kasus Km 50 Tol Cikampek, larangan kader membuka rekening bank riba, hingga larangan tepuk tangan.


    Orientasi dan Rapat Kerja Nasional DPP Partai Masyumi digelar di Hotel Balairung Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, dan disiarkan kanal YouTube 'Masyumi Memanggil', Sabtu (24/4/2021).


    Ketua Umum Partai Masyumi Ahmad Yani menyatakan kekecewaannya terhadap penanganan kasus Km 50 Tol Cikampek. Dia tidak puas dengan rekomendasi Komnas HAM yang menyatakan peristiwa itu bukan pelanggaran HAM berat.


    "Kasus Km 50 ini jelas merampas, jelas menghina, memperkosa hak-hak sebagai warga negara yang berdaulat. Kita juga kecewa terhadap rekomendasi Komnas HAM. Mudah-mudahan pelaku HAM berat itu dapat kita seret ke pengadilan," kata Ahmad Yani.


    Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad YaniAhmad Yani (Rakha Ardiyanto Darmawan/detikcom)


    Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi Abdullah Hehamahua kemudian berdiri di mimbar dan berbicara soal sejarah perjuangan politikus Islamis di awal kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh islamis memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. Abdullah mengklaim IJ Kasimo sebagai pemimpin Partai Katolik setuju dengan Islam sebagai dasar negara.


    "Saudara-saudara, Presiden Jokowi, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Menko Polhukam, dengar, bahwa Partai Katolik dipimpin oleh Kasimo menerima Islam sebagai dasar negara," kata Abdullah sambil mengacung-acungkan telunjuk ke atas.


    Tonton juga Video: 20detik+ bersama Herbalice: Partai Masyumi Reborn dan Gisel Buka Suara soal Video Syur yang Viral





    Para peserta rapat kemudian memekik takbir. Terdengar pula suara tepuk tangan. Abdullah Hehamahua mencegah kader Masyumi bertepuk tangan, karena tepuk tangan adalah budaya Yahudi.


    "Maaf, ciri Masyumi tidak ada tepuk tangan. Ciri Masyumi adalah takbir. Tepuk tangan adalah budaya Yahudi. Saya mohon betul, sesudah ini tidak ada lagi dalam acara-acara Masyumi tepuk tangan. Tapi ciri Masyumi adalah takbir," kata Abdullah. Setelah itu, terdengar pekik takbir.


    Selanjutnya, Abdullah menyoroti riba. Riba sama saja menzinai ibu sendiri. Riba adalah rahasia Indonesia tidak pernah berkah. Maka, dia memerintahkan kader Masyumi untuk tidak membuka rekening riba sembari merekomendasikan sejumlah bank syariah.


    "Saya instruksikan warga Masyumi untuk tidak boleh punya rekening yang ribawi.... Karena semua bank Indonesia masih tunduk pada BI, kita ambil yang paling minimal," kata Abdullah Hehamahua.


    Selain itu, dia juga berbicara soal kemungkinan-kemungkinan masa depan Indonesia. Bisa saja kepulauan Indonesia tenggelam oleh dinamika alamiah. Bisa pula daerah-daerah Indonesia lepas dan merdeka sendiri. Dia menyoroti Provinsi Papua dan Papua Barat sebagai daerah termiskin di Indonesia, kemiskinannya disebut mencapai 30,2 persen.


    "Wajar kalau orang Papua yang waras otaknya menuntut merdeka. Karena itu, maka pemerintah dan Masyumi khususnya punya tanggung jawab untuk menyelamatkan NKRI. Maka kita persempit jarak (persentase kemiskinan Papua) dari 30 persen menjadi 25 persen, menjadi 15 persen, dan seterusnya," kata Abdullah Hehamahua. 



    Sumber : detiknews.com

    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini