• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Bantah Memecah Belah, Tim Machfud Sebut PDIP yang Berantakan

    20/11/20, 14:16 WIB Last Updated 2020-11-20T07:16:01Z
    Kubu paslon Pilkada Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman membantah melakukan politik pecah belah hingga membuat kader PDIP membelot.
    Banyak kader membelot di Pilkada Surabaya, PDIP sebut karena politik pecah belah Machfud Arifin-Mujiaman (CNN Indonesia/Farid)

    JAGUARNEWS77. com # Surabaya, Jatim - Kubu pasangan calon Pilkada Kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno meminta PDIP introspeksi diri terkait sejumlah kadernya membelot dan tak mau mendukung Eri Cahyadi-Armuji.


    Sebelumnya, Pengurus DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menuding kubu Machfud-Mujiaman melakukan politik pecah belah seperti Belanda hingga membuat banyak kadernya membelot.


    "Kalau ada rumah tangganya yang gegeran, berantakan, mosok sing dituduh wong liyo (masak yang dituduh orang lain)," ucap Direktur Komunikasi dan Media Tim Pemenangan Machfud-Mujiaman, Imam Syafii, Jumat (20/11).

    Imam meminta PDIP introspeksi diri dan mencari penyebab sebenarnya mengapa para kader membelot mendukung Machfud-Mujiaman. Imam membantah pihaknya menjalankan praktik devide et impera atau pecah belah.


    Dia menyayangkan ketika PDIP justru menyalahkan pihak lain ketimbang melihat permasalahan yang ada di internalnya terlebih dahulu. Imam menegaskan bahwa kubu Machfud-Mujiaman tidak pernah membujuk kader PDIP.


    "Kita tidak pernah memaksa, membujuk-bujuk, apalagi sampai melakukan politik pecah belah," kata Imam.


    "Mereka [kader PDIP yang membelot] mungkin selama ini merasa di rumah lamanya ada hal-hal yang mungkin membuat mereka kurang kerasan, membuat mereka marah, kan ya tentu kami tidak bisa menjawab itu karena itu urusan internal PDIP," sambungnya.


    Ia menyebut PDIP adalah partai besar yang dikenal solid dan bahkan mampu bertahan saat ditekan Orde Baru. Menurutnya, tidak mungkin pihak Machfud-Mujiaman mampu melakukan intervensi apalagi sampai memecah belah.


    "Harusnya soliditasnya sangat kuat," kata Imam.


    Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menuding kubu pasangan calon Pilkada Kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman menjalankan praktik devide et impera atau politik pecah belah seperti yang dilakukan Belanda di masa lalu.


    Tudingan itu tak lepas dari fenomena sejumlah kader PDIP yang membelot tak mau mendukung paslon Eri Cahyadi-Armuji. Mereka membangkang dan berbalik mendukung pasangan Machfud Arifin-Mujiaman.


    Kader PDIP yang membelot itu antara lain Kakak Whisnu Sakti, Jagad Hariseno; kader sepuh PDIP Surabaya, Mat Mochtar dan ratusan kader lawas lainya yang tergabung dalam Banteng Ketaton. Sejauh ini, Mat Mochtar sudah dipecat.


    Sumber   : cnn Indonesia

    Oleh        : Redaksi jaguarnews77. com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini