• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Harga Emas Antam 14 Oktober, Anjlok ke Rp1,007 Juta per Gram

    14/10/20, 09:40 WIB Last Updated 2020-10-14T02:40:25Z
    Harga emas Antam turun Rp8.000 per gram dipatok jadi Rp1,015 juta pada perdagangan Rabu (14/10).
    Harga emas Antam turun Rp8.000 per gram dipatok jadi Rp1,015 juta pada perdagangan Rabu (14/10). (CNN Indonesia/Safir Makki).

    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,007 juta per gram pada Rabu (14/10). Harga emas turun Rp8.000 dari Rp1,015 juta per gram pada Selasa (13/10).  


    Begitu pula, dengan harga pembelian kembali (buyback) yang tercatat turun Rp9.000 per gram dari Rp909 ribu menjadi Rp900 ribu per gram pada hari ini.


    Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp537 ribu, 2 gram Rp1,97 juta, 3 gram Rp2,93 juta, 5 gram Rp4,85 juta, 10 gram Rp9,64 juta, 25 gram Rp23,98 juta, dan 50 gram Rp47,89 juta.


    Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp95,71 juta, 250 gram Rp239,01 juta, 500 gram Rp477,82 juta, dan 1 kilogram Rp955,6 juta.


    Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


    Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.891,8 per troy ons atau turun 0,15 persen. Harga emas di perdagangan spot pun terkoreksi 0,36 persen menjadi US$1.884,57 per troy ons pada pagi ini.


    Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memproyeksi harga emas kembali tertekan hari ini. Menurutnya, harga emas internasional akan bergerak dalam rentang support US$1.850 per troy ons dan resistance US$1.920 per troy ons.


    Ariston menyatakan harga emas berpeluang melemah karena belum ada kejelasan dari paket stimulus ekonomi AS terkait penanganan pandemi covid-19. Partai Demokrat AS menolak proposal stimulus yang akan dikucurkan pemerintah sebesar US$1,8 trilun.


    "Partai Demokrat bersikukuh dengan proposalnya senilai US$2,2 triliun," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.


    Menurut Ariston, pasar menanti keputusan pemerintah dan DPR AS terkait paket stimulus ekonomi AS jilid II. Jika stimulus tak dikeluarkan, maka akan mengganggu pemulihan ekonomi di AS.


    "Tidak dikeluarkannya stimulus bisa mengganggu pemulihan ekonomi di AS yang mendorong kekhawatiran pasar," pungkas Ariston. 


    Sumber : cnn indonesia

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini