• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Rupiah Tertekan Demo Tolak Omnibus Law, Pagi Ini ke Rp14.710

    14/10/20, 09:36 WIB Last Updated 2020-10-14T02:36:57Z
    Rupiah menguat 0,10 persen ke posisi Rp14.710 per dolar AS pada Rabu (14/10) pagi. Namun, rupiah berpotensi tertekan.
    Rupiah menguat 0,10 persen ke posisi Rp14.710 per dolar AS pada Rabu (14/10) pagi. Namun, rupiah berpotensi tertekan karena ramai sentimen negatif. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.710 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (14/10) pagi. Mata uangGaruda menguat 0,10 dibanding perdagangan Selasa (13/10) sore di level Rp14.725 per dolar AS.


    Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,08 persen, peso Filipina melemah 0,29 persen, rupee India melemah 0,10 persen, yuan China melemah 0,01 persen, ringgit Malaysia melemah 0,13 persen dan bath Thailand melemah 0,04 persen.


    Sebaliknya yen Jepang menguat 0,10 persen, dolar Singapura menguat 0,02 persen dan dolar Taiwan menguat 0,14 persen.


    Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS.


    Dolar Australia melemah 0,07 persen, dolar Kanada melemah 0,06 persen dan franc Swiss melemah 0,03 persen. Hanya Poundsterling Inggris yang menguat 0,04 persen.


    Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi tertekan sepanjang hari dan bergerak di kisaran Rp14.650-14.850 per dolar AS sepanjang hari ini.


    Selain faktor penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang masih berlangsung, pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh IMF turut berpotensi menggerus kepercayaan investor terhadap kondisi dalam negeri.


    "Proyeksi pertumbuhan Indonesia yang lebih negatif dari IMF juga bisa memberikan tekanan untuk rupiah," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.


    Di samping itu ketidakjelasan perundingan terkait stimulus tambahan penanganan pandemi di Amerika Serikat. Hal ini membuat investor masih ragu menempatkan dananya pada aset-aset beresiko.


    "Rupiah mungkin bisa tertekan hari ini karena faktor stimulus AS yang menemui kebuntuan setelah semalam Partai Demokrat menolak proposal stimulus pemerintah senilai US$1,8 triliun dan bersikukuh dengan proposalnya senilai US$2,2 triliun," tandasnya.


    Sumber : cnn indonesia

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini