JAGUARNEWS77.COM // LEBAK, BANTEN – Perjalanan ibadah umrah 31 peserta dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, bersama PT Zam Zam Indah Abadi, menjadi pengalaman spiritual yang berkesan.
Selain menunaikan ibadah di Tanah Suci, rombongan juga mengunjungi sejumlah tempat bersejarah di Madinah, Makkah, dan Thaif untuk memperdalam pemahaman mengenai sejarah peradaban Islam.
Perjalanan tersebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana. Perubahan jadwal keberangkatan dan kepulangan membuat rombongan harus menyesuaikan agenda perjalanan yang semula direncanakan berlangsung selama 20 hari. Namun, berdasarkan keterangan pihak rombongan, berbagai penyesuaian dilakukan agar rangkaian ibadah dan ziarah tetap dapat dilaksanakan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (15/10/2026), KH. Zamzami, Pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah sekaligus ketua rombongan, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan beribadah di Tanah Suci.
Ia juga mengapresiasi pendampingan dan upaya pencarian solusi yang dilakukan PT Zam Zam Indah Abadi di bawah pimpinan H. Iriawan ketika rombongan menghadapi perubahan jadwal penerbangan.
Jadwal Keberangkatan Berubah, Rombongan Lakukan Penyesuaian
Menurut keterangan pihak rombongan, keberangkatan yang semula dijadwalkan pada 7 September 2026 mengalami perubahan hingga dijadwalkan ulang pada 23 September 2026. Perubahan tersebut disebut berkaitan dengan kendala akibat erupsi dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Persoalan perjalanan juga disebut terjadi ketika rombongan hendak kembali ke Indonesia. Pihak rombongan mengaitkan gangguan penerbangan yang mereka alami dengan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk kabar serangan kelompok Houthi terhadap bandara Riyadh dan dampaknya terhadap penerbangan di sejumlah bandara Arab Saudi.
Jadwal kepulangan yang disebut semula direncanakan pada 13 September kemudian mengalami penyesuaian menjadi 16 September 2026. Untuk mengatasi kendala tersebut, rute perjalanan disesuaikan melalui penerbangan Saudia dari Jeddah menuju Dubai, kemudian dilanjutkan menggunakan Emirates dari Dubai menuju Jakarta.
Perubahan jadwal dan rute itu menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan.
Meski demikian, KH. Zamzami menilai pihak penyelenggara telah berupaya mencari alternatif perjalanan agar para peserta dapat melanjutkan perjalanan dan menyelesaikan agenda ibadah.
Keterangan mengenai penyebab gangguan penerbangan tersebut berasal dari pihak rombongan dan belum disertai konfirmasi terpisah dari maskapai maupun otoritas penerbangan terkait.
Tujuh Hari di Madinah, Ziarah ke Sejumlah Tempat Bersejarah
Perjalanan rombongan dimulai dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, menggunakan tiga unit bus dan sejumlah mobil pribadi.
Dari Jakarta, rombongan menempuh perjalanan udara melalui Dubai sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jeddah. Setelah tiba di Arab Saudi, para peserta meneruskan perjalanan darat menggunakan bus menuju Madinah.
Selama tujuh hari berada di Kota Nabi, para santri menjalani ibadah sekaligus mengikuti rangkaian ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah. Salah satu pengalaman yang disyukuri rombongan adalah kesempatan memasuki Raudhah sebanyak dua kali.
Raudhah merupakan kawasan di Masjid Nabawi yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Kesempatan beribadah di tempat tersebut menjadi salah satu pengalaman spiritual yang berkesan bagi para peserta.
Selain Masjid Nabawi, rombongan mengunjungi Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud. Perjalanan ziarah kemudian dilanjutkan ke kawasan Badar dan Jabal Malaikat.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari wisata religi, tetapi juga sarana pembelajaran bagi para santri untuk mengenal tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan perkembangan Islam.
Melalui pengalaman langsung di lokasi bersejarah, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan keislaman, memperkuat keimanan, serta mengambil pelajaran dari perjuangan generasi awal umat Islam.
Lanjut ke Makkah, Tunaikan Rangkaian Ibadah Umrah
Setelah menyelesaikan agenda di Madinah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makkah menggunakan bus. Para peserta mengambil miqat di Bir Ali sebagai bagian dari persiapan memasuki rangkaian ibadah umrah.
Setibanya di Makkah, rombongan menempati Hotel Snood yang berada di kawasan Ajyad. Dari penginapan tersebut, para peserta melanjutkan kegiatan ibadah dan ziarah sesuai agenda yang telah disusun.
Selama berada di Kota Suci Makkah, rombongan mengikuti city tour ke sejumlah lokasi bersejarah, di antaranya Jabal Tsur, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Padang Arafah, dan Mina.
Setiap lokasi memberikan gambaran tersendiri mengenai sejarah Islam dan pelaksanaan ibadah haji. Bagi para santri, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk menghubungkan materi pembelajaran agama yang diperoleh di pesantren dengan pengalaman langsung di Tanah Suci.
Rombongan juga mengambil miqat kedua di Masjid Aisyah, Tan'im, untuk melaksanakan ibadah umrah berikutnya.
Kunjungan ke Thaif dan Pengalaman Bersama Mutawif
Perjalanan religi rombongan berlanjut ke Thaif. Di kawasan tersebut, para peserta menikmati pemandangan melalui wahana kereta gantung serta mencicipi hidangan nasi mandi yang dikenal sebagai salah satu sajian khas kawasan Arab.
Dalam perjalanan menuju rangkaian ibadah berikutnya, rombongan juga mengambil miqat melalui Qarnul Manazil untuk melaksanakan umrah ketiga.
Selama kegiatan di Arab Saudi, rombongan didampingi mutawif PT Zam Zam Indah Abadi, Ustaz Enjang. Berdasarkan penilaian pihak rombongan, pendamping tersebut menunjukkan sikap ramah dan rendah hati serta membantu mengarahkan para peserta selama menjalankan ibadah dan mengunjungi sejumlah tempat bersejarah.
Pendampingan turut mencakup kunjungan ke Gua Hira dan Jabal Khandamah.
Rombongan juga mengatur waktu agar para santri dapat berdoa di kawasan Multazam dan Hijir Ismail serta berupaya memperoleh kesempatan untuk mencium kiswah Ka'bah.
Bagi rombongan, pendampingan selama perjalanan menjadi salah satu aspek penting, terutama ketika para peserta harus menyesuaikan kegiatan dengan kondisi di lapangan dan perubahan jadwal perjalanan.
Kultum dari Madinah dan Makkah, Santri Belajar Berdakwah
Tidak hanya berfokus pada ibadah dan ziarah, para santri juga melaksanakan kegiatan kultum atau kuliah tujuh menit secara langsung dari Madinah dan Makkah.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para santri untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dari dua kota suci umat Islam. Selain menjadi dokumentasi perjalanan, kegiatan ini juga diharapkan dapat melatih keberanian berbicara di depan publik, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat berdakwah.
Bagi lingkungan pesantren, pengalaman tersebut memiliki nilai pendidikan tersendiri. Para santri tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga berkesempatan merasakan suasana spiritual dan mengenal lokasi yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Islam.
Perjalanan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai kebersamaan, kedisiplinan, kesabaran, dan rasa syukur.
Terlebih, rombongan harus menghadapi perubahan jadwal perjalanan yang menuntut kemampuan beradaptasi dan koordinasi antarpeserta.
KH. Zamzami Apresiasi PT Zam Zam Indah Abadi
KH. Zamzami menyampaikan terima kasih kepada PT Zam Zam Indah Abadi, khususnya H. Iriawan dan Ustaz Enjang, atas pelayanan dan pendampingan selama perjalanan umrah.
Menurutnya, upaya penyelenggara dalam mencari solusi ketika terjadi perubahan jadwal menjadi salah satu hal yang diapresiasi oleh rombongan.
“Alhamdulillah, perjalanan umrah kami penuh berkah, amanah, dan sangat memuaskan. Terima kasih kepada PT Zam Zam Indah Abadi, khususnya Bapak H. Iriawan dan Ustaz Enjang, yang telah mendampingi rombongan kami. Semoga seluruh kebaikan ini menjadi amal ibadah dan PT Zam Zam semakin sukses serta berkah,” ungkap KH. Zamzami.
Ia berharap PT Zam Zam Indah Abadi terus berkembang dan mempertahankan pelayanan kepada masyarakat yang hendak menunaikan ibadah umrah.
Apresiasi tersebut merupakan penilaian dari pihak rombongan berdasarkan pengalaman mereka selama perjalanan.
Sementara itu, perubahan jadwal keberangkatan dan kepulangan menjadi bagian dari kendala yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah lintas negara.
Pihak rombongan juga mengajak masyarakat yang berencana menunaikan ibadah umrah untuk mengenal layanan PT Zam Zam Indah Abadi serta memastikan informasi mengenai jadwal, fasilitas, rute perjalanan, dan ketentuan layanan sebelum melakukan pendaftaran.
Perjalanan Spiritual yang Menjadi Kenangan
Perjalanan 31 peserta dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah di Madinah, Makkah, dan Thaif menjadi pengalaman yang diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi para santri.
Di balik rangkaian ibadah, ziarah, dan kegiatan keagamaan, pengalaman menghadapi perubahan jadwal perjalanan juga memberikan pelajaran mengenai kesabaran, komunikasi, dan pentingnya koordinasi dalam perjalanan rombongan.
Bagi keluarga besar pesantren, perjalanan tersebut bukan sekadar kunjungan ke tempat-tempat suci, melainkan kesempatan memperdalam pemahaman agama dan menumbuhkan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pengalaman di Tanah Suci, para santri diharapkan kembali dengan membawa kenangan spiritual, wawasan sejarah Islam yang lebih luas, serta motivasi untuk terus belajar dan berdakwah di lingkungan masing-masing.
PT ZAM ZAM INDAH ABADI
“Indah Ibadahnya, Abadi Surganya.”
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin