JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta di kawasan Pantai Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).
Berdiri di atas laut dengan desain arsitektur modern yang terinspirasi dari bahtera kapal, masjid ini diharapkan menjadi destinasi wisata religi baru sekaligus ikon kebanggaan Ibu Kota.
Kehadiran Masjid Apung An-Nur tidak hanya menambah fasilitas ibadah di kawasan wisata Ancol, tetapi juga membawa misi yang lebih luas, yakni memperkuat kehidupan spiritual, mempererat hubungan sosial, dan menghadirkan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Masjid tersebut dirancang untuk menjadi tempat ibadah sekaligus ruang silaturahmi, pendidikan, dan pembinaan umat. Dengan lokasinya yang berada di kawasan pesisir, keberadaannya juga diharapkan memperkaya pengalaman pengunjung yang ingin menikmati wisata sekaligus menjalankan aktivitas keagamaan.
Pengembangan fasilitas religi di kawasan wisata ini mencerminkan upaya memadukan kebutuhan spiritual masyarakat dengan pengelolaan ruang rekreasi perkotaan. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengalaman berwisata, tetapi juga memiliki kesempatan untuk beribadah di lingkungan yang memiliki karakter arsitektur dan lanskap berbeda.
Meski demikian, pemanfaatan masjid sebagai destinasi wisata religi perlu tetap memperhatikan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah, termasuk kenyamanan jamaah, kebersihan, ketertiban, dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Arsitektur Terinspirasi Bahtera Kapal dan Filosofi Lima Rukun Islam
Masjid Apung An-Nur Jakarta memiliki luas bangunan 2.241 meter persegi. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Andra Matin dengan konsep arsitektur yang terinspirasi dari siluet bahtera kapal, sebagai representasi identitas maritim Indonesia.
Konsep tersebut diterjemahkan melalui tiga elemen utama, yakni badan kapal, layar kapal, dan tiang-tiang kapal. Ketiganya membentuk karakter visual bangunan yang menggambarkan sebuah bahtera besar sebagai simbol perjalanan dan penyebaran syiar Islam.
Desain masjid juga memuat unsur simbolis yang berkaitan dengan ajaran Islam. Jika dilihat dari siluet denahnya, bangunan tersebut menggambarkan bentuk bulan dan bintang yang dikenal sebagai salah satu simbol dalam tradisi Islam.
Sementara itu, bentuk dasar bangunan yang menyerupai bintang memiliki lima sudut. Bentuk ini terinspirasi dari lima rukun Islam, sedangkan komposisi bangunannya dibagi menjadi lima bagian yang melambangkan lima waktu salat dalam sehari.
Perpaduan unsur arsitektur, filosofi keagamaan, dan karakter maritim tersebut menjadikan Masjid Apung An-Nur memiliki identitas tersendiri di antara fasilitas ibadah yang berada di kawasan wisata Jakarta.
Dari sisi pembangunan, masjid ini mulai dikerjakan pada 1 Mei 2024 dan dinyatakan selesai pada 29 Juli 2026. Bangunannya berada di area pengelolaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Tampung 900 Jamaah
Masjid Apung An-Nur dirancang untuk menampung ratusan jamaah dalam satu waktu. Area utama memiliki kapasitas 600 jamaah, terdiri atas 460 jamaah pria dan 140 jamaah wanita.
Selain ruang utama, tersedia area plaza yang mampu menampung sekitar 300 jamaah. Dengan menggabungkan kedua area tersebut, kapasitas keseluruhan masjid mencapai 900 jamaah.
Kapasitas itu diharapkan dapat mendukung kebutuhan ibadah masyarakat, terutama pada akhir pekan, hari libur, dan periode kunjungan wisata yang ramai.
Namun, pengelolaan jumlah pengunjung tetap menjadi perhatian penting agar kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan tertib dan nyaman. Pengaturan arus masuk dan keluar jamaah, ketersediaan fasilitas pendukung, serta pemeliharaan kebersihan kawasan perlu berjalan seiring dengan meningkatnya daya tarik masjid.
Ancol Berikan Akses Masuk Gratis hingga 31 Oktober 2026
Untuk memperkenalkan masjid kepada masyarakat, manajemen Ancol memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memasuki kawasan Ancol secara gratis melalui Pintu Gerbang Utama pada 16–31 Oktober 2026.
Program tersebut berlaku setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Kebijakan ini diharapkan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengunjungi Masjid Apung An-Nur sekaligus melaksanakan ibadah.
Meski demikian, ketentuan gratis tersebut hanya berlaku untuk tiket masuk orang.
Tiket kendaraan dan tiket unit rekreasi lainnya tidak termasuk dalam program tersebut sehingga pengunjung perlu memperhitungkan biaya tambahan apabila membawa kendaraan atau ingin menikmati wahana rekreasi lain.
Manajemen juga menyediakan fasilitas reservasi melalui situs resmi Ancol, yakni ancol.com. Pengunjung yang melakukan reservasi melalui situs tersebut berkesempatan memperoleh voucher diskon untuk layanan makanan dan minuman atau food and beverage (FnB) di kawasan Ancol, sesuai ketentuan yang berlaku.
Informasi mengenai persyaratan reservasi, mekanisme penggunaan voucher, dan ketentuan kunjungan perlu diperhatikan masyarakat sebelum berangkat agar tidak terjadi kesalahpahaman saat memasuki kawasan wisata.
Program akses gratis ini sekaligus menjadi kesempatan bagi manajemen untuk memperkenalkan fasilitas baru kepada masyarakat. Peningkatan jumlah pengunjung diharapkan dapat diimbangi dengan pelayanan yang baik, pengaturan kawasan yang tertib, serta pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.
Diharapkan Memberi Dampak Sosial dan Ekonomi
Sebagai salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) strategis di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memiliki peran dalam pengembangan kawasan wisata yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kehadiran Masjid Apung An-Nur diharapkan memperluas fungsi kawasan Ancol sebagai ruang publik yang mengakomodasi kebutuhan wisata, spiritualitas, dan interaksi sosial.
Dari sisi sosial, masjid berpotensi menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. Sementara dari sisi pariwisata, keberadaan destinasi religi dapat memperkaya pilihan aktivitas pengunjung dan mendukung pergerakan ekonomi pelaku usaha di sekitar kawasan.
Meski demikian, dampak tersebut akan sangat bergantung pada pengelolaan fasilitas, kualitas pelayanan, kemudahan akses, serta kemampuan pengelola menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan kebutuhan jamaah.
Perhatian terhadap kebersihan lingkungan pesisir, pemeliharaan bangunan, keamanan pengunjung, dan pengelolaan sampah juga menjadi bagian penting agar keberadaan masjid dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dengan luas bangunan 2.241 meter persegi, kapasitas hingga 900 jamaah, serta desain yang menggabungkan filosofi Islam dan identitas maritim, Masjid Apung An-Nur menambah pilihan destinasi wisata religi di Jakarta.
Peresmian masjid ini menjadi awal pemanfaatan fasilitas tersebut bagi masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan masjid dapat berfungsi optimal sebagai tempat ibadah sekaligus ruang publik yang nyaman, terawat, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Reporter: Wahyu Permana
Editor: Alvin