• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Polri Perkenalkan Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat”, Tekankan Kedekatan dan Pelayanan Publik

    05/10/26, 10:38 WIB Last Updated 2026-10-05T03:38:14Z

    Foto: ‎Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, penggunaan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” (Dok-Istimewa).



    ‎

    ‎JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan tagline baru “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai bagian dari penguatan arah pengabdian, pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
    ‎
    ‎Tagline tersebut menjadi penegasan bahwa Polri tidak hanya dituntut hadir ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga harus berada di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, merespons persoalan, serta membangun kerja sama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
    ‎
    ‎Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, penggunaan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” merupakan penegasan terhadap arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
    ‎
    ‎“Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas.
    ‎
    ‎Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10/2026).
    ‎
    ‎Menurut Isir, tagline tersebut tidak semata-mata dimaksudkan sebagai identitas komunikasi institusi, melainkan harus diterjemahkan ke dalam perilaku dan budaya kerja seluruh anggota Polri.
    ‎
    ‎Dengan demikian, kedekatan antara polisi dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau komunikasi formal, tetapi tercermin dalam kualitas pelayanan, kecepatan merespons laporan masyarakat, profesionalitas dalam menjalankan kewenangan, hingga proses penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
    ‎
    ‎Isir menyebut, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” juga sejalan dengan arah transformasi Polri yang disampaikan Kapolri saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.
    ‎
    ‎Dalam kesempatan tersebut, Suyudi menekankan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan hubungan antara Polri dan masyarakat.
    ‎
    ‎“Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” kata Isir.
    ‎
    ‎Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima layanan kepolisian, tetapi juga sebagai bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan institusi.
    ‎
    ‎Menurut Isir, kritik, keluhan, maupun masukan yang disampaikan masyarakat perlu dilihat secara konstruktif. Hal itu dinilai penting agar jajaran kepolisian dapat mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan sekaligus melakukan pembenahan terhadap pelayanan yang masih dinilai kurang.
    ‎
    ‎Di sisi lain, kedekatan dengan masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat upaya pemeliharaan kamtibmas. Persoalan keamanan yang berkembang di tengah masyarakat dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, sehingga tidak seluruhnya dapat dibebankan kepada kepolisian.
    ‎
    ‎Karena itu, kolaborasi antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu aspek yang ditekankan dalam semangat tagline tersebut.
    ‎
    ‎Isir menambahkan, implementasi “Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan semakin memperkuat kehadiran Polri melalui berbagai bentuk pelayanan, perlindungan, penegakan hukum, serta respons cepat terhadap persoalan keamanan dan ketertiban.
    ‎
    ‎“Harapannya, semangat ini dipahami dan diwujudkan oleh seluruh anggota Polri. Polisi bersama masyarakat berarti Polri tidak berjarak dengan masyarakat, tetapi hadir, mendengar, bekerja bersama, dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
    ‎
    Ia menegaskan, keberhasilan tagline tersebut pada akhirnya tidak hanya dapat diukur dari seberapa luas sosialisasinya, tetapi dari sejauh mana nilai yang terkandung di dalamnya benar-benar dirasakan masyarakat.
    ‎
    ‎Kualitas pelayanan, sikap humanis anggota, keterbukaan terhadap kritik, profesionalitas dalam penegakan hukum, serta kemampuan memberikan respons terhadap persoalan masyarakat menjadi bagian penting dalam menerjemahkan semangat tersebut ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
    ‎
    ‎Untuk memperkuat sosialisasi, Polri akan menggunakan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai identitas komunikasi yang diharapkan dipahami dan diterapkan oleh seluruh jajaran.
    ‎
    ‎Melalui tagline tersebut, Polri ingin membangun pesan bahwa hubungan kepolisian dengan masyarakat bukan hubungan yang berjarak, melainkan hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, menyelesaikan persoalan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
    ‎
    Pada akhirnya, tantangan penerapan tagline itu berada pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Semangat untuk hadir bersama masyarakat harus tercermin dalam tindakan nyata seluruh anggota Polri sehingga slogan tersebut tidak berhenti sebagai pesan komunikasi, tetapi menjadi bagian dari budaya pelayanan dan pengabdian kepolisian.
    ‎
    ‎
    ‎
    ‎
    ‎
    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎Editor: Alvin


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini