• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Profil Komjen Wahyu Hadiningrat, Jenderal Bintang Tiga yang Mengawal Strategi dan Anggaran Polri

    08/03/26, 22:25 WIB Last Updated 2026-03-08T15:25:44Z

    ‎Foto: Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Wahyu Hadiningrat. (Dok-Istimewa)


    ‎JAGUARNEWS77.com // JAKARTA — Nama Wahyu Hadiningrat dikenal sebagai salah satu perwira tinggi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse sekaligus manajemen perencanaan strategis kepolisian.

    Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, ia kini mengemban tugas penting sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena).

    ‎Dirangkum dari berbagai sumber pada Minggu (8/3/2026), perwira kelahiran 4 Juni 1970 tersebut dipercaya memegang jabatan Astamarena sejak 18 Februari 2021.

    Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu pejabat strategis di Markas Besar xpPolri yang bertanggung jawab merumuskan kebijakan perencanaan program serta pengelolaan anggaran institusi kepolisian secara nasional.

    ‎Jabatan tersebut menuntut kemampuan manajerial, perencanaan strategis, serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan organisasi kepolisian yang terus berkembang seiring dinamika keamanan nasional.

    ‎Latar Belakang Pendidikan Kepolisian
    ‎Wahyu Hadiningrat merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992.

    Sejak lulus dari lembaga pendidikan tersebut, ia langsung meniti karier di lingkungan kepolisian dengan fokus utama pada bidang reserse yang dikenal memiliki tantangan operasional tinggi.

    ‎Dalam perjalanan kariernya, Wahyu juga menempuh sejumlah jenjang pendidikan kepolisian untuk memperkuat kompetensi profesionalnya.

    Ia tercatat mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dengan program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer.

    ‎Selain itu, ia melanjutkan pendidikan kepemimpinan di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) serta menempuh pendidikan lanjutan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti) pada 2016.

    Rangkaian pendidikan tersebut menjadi fondasi penting yang memperkuat kapasitas kepemimpinannya di berbagai jabatan strategis.

    ‎Awal Karier di Kepolisian
    ‎Perjalanan karier Wahyu dimulai pada 1993 ketika ia menjabat sebagai Perwira Pertama (Pama) di wilayah Polda Jawa Barat.

    Pada masa awal pengabdiannya, ia dipercaya mengemban sejumlah jabatan operasional di tingkat kepolisian sektor.

    ‎Pada 1994, Wahyu menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Sektor Kota (Wakapolsekta) Cirebon Selatan. Setahun kemudian, tepatnya pada 1995, ia dipercaya menjadi Kapolsek Soreang di wilayah Polres Bandung.

    ‎Jabatan tersebut menjadi salah satu pengalaman awal yang membentuk kemampuan kepemimpinannya dalam mengelola keamanan di tingkat wilayah serta menghadapi berbagai persoalan kamtibmas di masyarakat.

    ‎Karier di Tingkat Polres dan Polda
    ‎Seiring perjalanan waktu, pengalaman Wahyu di bidang reserse dan manajerial mengantarkannya pada jabatan yang lebih strategis.

    Pada 2011, ia dipercaya menjabat sebagai Kapolres Metro Bekasi di bawah jajaran Polda Metro Jaya.

    ‎Kariernya kembali meningkat pada 2012 ketika ia diangkat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan. Posisi tersebut menempatkannya sebagai pimpinan kepolisian di salah satu wilayah dengan dinamika keamanan yang kompleks di ibu kota.

    ‎Pengalaman di wilayah metropolitan tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya berikutnya.

    Pada 2016, Wahyu dipercaya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya yang bertugas menangani berbagai kasus kejahatan khusus, termasuk tindak pidana ekonomi, siber, dan korupsi.

    ‎Dua tahun kemudian, pada 2018, ia mendapatkan promosi sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya, menjadikannya salah satu pimpinan utama kepolisian di wilayah ibu kota.

    ‎Menjabat Wakabareskrim Polri
    ‎Karier Wahyu semakin menanjak ketika pada 2020 ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) di lingkungan Badan Reserse Kriminal Polri.

    ‎Jabatan tersebut menempatkannya di jajaran pimpinan utama yang bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pengendalian berbagai penanganan perkara besar di tingkat nasional.

    ‎Dalam periode ini, Wahyu juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi atau perwira tinggi berpangkat dua bintang.

    Kenaikan pangkat tersebut ditetapkan melalui surat telegram Kapolri Nomor STR/164/IV/KEP/2020 tertanggal 7 April 2020 yang ditandatangani oleh Kapolri saat itu, Idham Azis.

    ‎Dipercaya Menjadi Astamarena Polri
    ‎Pada 2021, Wahyu kemudian dipercaya mengemban jabatan sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Asrena) yang kemudian berkembang menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena).

    ‎Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab menyusun arah kebijakan perencanaan program, pengelolaan anggaran, serta strategi pembangunan organisasi Polri secara menyeluruh.

    ‎Seiring dengan penugasan tersebut, Wahyu juga memperoleh kenaikan pangkat dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau perwira tinggi bintang tiga.

    Pangkat tersebut menegaskan posisinya sebagai bagian dari jajaran pimpinan tertinggi di Mabes Polri.

    ‎Pengalaman Penanganan Kasus Besar
    ‎Sepanjang perjalanan kariernya di bidang reserse, Wahyu Hadiningrat juga dikenal pernah terlibat dalam penanganan sejumlah kasus besar.

    Salah satunya adalah keterlibatannya dalam proses penanganan kasus terorisme yang berkaitan dengan peristiwa Bom Bali II pada tahun 2005.

    ‎Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejak profesionalnya dalam menangani perkara yang memiliki dampak luas terhadap stabilitas keamanan nasional.

    ‎Sosok Perwira Berpengalaman
    ‎Dengan pengalaman panjang di lingkungan kepolisian, Komjen Wahyu Hadiningrat dinilai memiliki kombinasi antara pengalaman operasional di lapangan serta kemampuan manajerial dalam mengelola organisasi besar seperti Polri.

    ‎Perjalanan kariernya dari tingkat kepolisian sektor hingga menduduki posisi strategis di Markas Besar Polri mencerminkan proses panjang pembinaan karier di tubuh Polri, sekaligus menunjukkan pentingnya pengalaman lapangan dan pendidikan kepemimpinan dalam membentuk perwira tinggi kepolisian di Indonesia.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini