• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Imigrasi Jakarta Timur Terus Berbenah, Hadirkan PASPORIA dan Buka Ruang Klarifikasi Dugaan Pungli

    02/10/26, 21:36 WIB Last Updated 2026-10-02T14:37:13Z

    Foto: Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur terus melakukan pembenahan pelayanan publik sekaligus menghadirkan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan keimigrasian. (Dok-Istimewa).

    ‎
    ‎

    ‎JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur terus melakukan pembenahan pelayanan publik sekaligus menghadirkan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan keimigrasian.

    ‎
    ‎Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, mengatakan pembenahan pelayanan merupakan proses berkelanjutan yang harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika muncul persoalan atau keluhan dari masyarakat.
    ‎
    ‎Menurut Pungki, evaluasi internal dan inovasi pelayanan menjadi bagian dari komitmen jajarannya untuk menciptakan pelayanan keimigrasian yang semakin mudah, terbuka, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
    ‎
    ‎“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus melakukan pembenahan. Bukan karena ada persoalan saja, tetapi memang pelayanan harus terus dievaluasi dan ditingkatkan,” ujar Pungki, Jumat (2/10/2026).
    ‎
    ‎Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur berlokasi di Jalan Bekasi Timur Raya Nomor 169, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
    ‎
    ‎Hadirkan Pelayanan Paspor di Ruang Publik
    ‎Salah satu bentuk inovasi yang tengah disiapkan adalah PASPORIA atau Paspor Ceria, yakni layanan paspor yang dilaksanakan di luar kantor untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat.
    ‎
    ‎Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Wisma KEIAI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Car Free Day.
    ‎
    ‎Pelayanan akan dimulai pukul 06.00 WIB dengan total 70 kuota.
    ‎
    ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 kuota diperuntukkan bagi masyarakat yang melakukan pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor, sementara 10 kuota lainnya disediakan untuk pemohon dengan mekanisme walk-in.
    ‎
    ‎Jenis layanan yang tersedia meliputi pembuatan paspor baru serta penggantian paspor yang telah habis masa berlaku atau halaman paspornya telah penuh.
    ‎Adapun penggantian paspor karena hilang, rusak, maupun perubahan data tidak termasuk dalam layanan PASPORIA tersebut.
    ‎
    ‎Pungki menjelaskan, pelaksanaan pelayanan di ruang publik diharapkan memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan layanan paspor tanpa harus datang langsung ke kantor Imigrasi Jakarta Timur pada hari kerja.
    ‎
    ‎Inovasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya jajaran Imigrasi Jakarta Timur untuk memperluas akses pelayanan dengan menyesuaikan pola pelayanan terhadap aktivitas dan kebutuhan masyarakat.
    ‎
    ‎Tanggapi Pemberitaan Dugaan Pungli
    ‎Di tengah upaya pembenahan pelayanan tersebut, Pungki juga memberikan tanggapan terkait pemberitaan sebuah media mingguan Ibu Kota yang memuat dugaan adanya praktik pungutan liar atau pungli di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur.
    ‎
    ‎Pungki menyatakan pihaknya menyayangkan apabila pemberitaan mengenai dugaan tersebut diterbitkan tanpa terlebih dahulu meminta klarifikasi kepada pihak Imigrasi Jakarta Timur.
    ‎
    ‎Menurutnya, apabila terdapat informasi, laporan, ataupun dugaan mengenai praktik yang berkaitan dengan pelayanan keimigrasian, pihaknya terbuka untuk memberikan penjelasan berdasarkan data dan fakta yang dimiliki.
    ‎
    ‎“Kami tentu sangat menyayangkan apabila ada pemberitaan mengenai dugaan pungutan liar, tetapi pihak kami tidak terlebih dahulu dimintai klarifikasi atau konfirmasi,” kata Pungki.
    ‎
    ‎Meski demikian, Pungki menegaskan bahwa Imigrasi Jakarta Timur tidak menutup diri terhadap kritik maupun pengawasan dari masyarakat dan media.
    ‎
    ‎Sebaliknya, kritik dan pemberitaan media, menurut dia, dapat menjadi bahan evaluasi apabila disampaikan berdasarkan informasi yang jelas dan dikonfirmasikan kepada pihak-pihak terkait.
    ‎
    ‎“Kalau memang ada informasi atau temuan, silakan konfirmasi kepada kami. Kami siap memberikan penjelasan sesuai fakta dan data yang ada,” ujarnya.
    ‎
    ‎Tekankan Pentingnya Konfirmasi dan Keberimbangan
    ‎
    ‎Pungki juga menyoroti pentingnya komunikasi antara media dan institusi pemerintah dalam proses peliputan, terutama ketika pemberitaan menyangkut dugaan pelanggaran atau persoalan pelayanan publik.
    ‎
    ‎Menurutnya, konfirmasi kepada pihak yang diberitakan diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat tidak hanya berasal dari satu sisi.
    ‎
    ‎Prinsip keberimbangan tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai suatu persoalan, sekaligus menghindari munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
    ‎
    ‎Pungki mengajak seluruh pihak mengedepankan semangat tabayun, yakni mencari kejelasan, memeriksa informasi, serta memberikan kesempatan kepada pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk menyampaikan penjelasan.
    ‎
    ‎“Kami terbuka terhadap kritik. Kami juga siap dikonfirmasi kapan pun berkaitan dengan pelayanan kami. Harapannya, semua bisa dilakukan dengan komunikasi yang baik dan mengedepankan tabayun,” tuturnya.
    ‎
    ‎Pembenahan Pelayanan Terus Berjalan
    ‎Pungki memastikan pembenahan pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
    ‎
    ‎Menurutnya, inovasi pelayanan seperti PASPORIA merupakan salah satu bentuk konkret dari upaya mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat.
    ‎
    ‎Di sisi lain, keterbukaan terhadap kritik dan kesediaan memberikan klarifikasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan publik serta membangun komunikasi yang sehat dengan insan pers.
    ‎
    ‎Dengan kombinasi pembenahan internal, inovasi pelayanan, keterbukaan terhadap pengawasan, dan komunikasi dengan masyarakat maupun media, Imigrasi Jakarta Timur menyatakan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian.
    ‎
    ‎“Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Kami akan terus berbenah dan terbuka terhadap masukan,” pungkas Pungki.
    ‎
    ‎
    ‎
    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎Editor: Alvin
    ‎

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini