JAGUARNEWS77.com//Pandeglang BANTEN — Ribuan pengurus dan anggota Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar Banten (BPPKB HDS) menghadiri deklarasi organisasi yang digelar di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah serta pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim.
Deklarasi berlangsung dalam suasana kebersamaan dan dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat dan instansi lainnya.
Kehadiran ribuan anggota BPPKB HDS dari berbagai wilayah menjadi bagian dari momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota.
Sebelum memasuki agenda utama, kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Kasubdit PID AKBP Jajang Hasan Basri, S.Ag., M.Si. Para peserta mengikuti doa dengan khidmat sebagai bagian dari rangkaian pembukaan kegiatan.
Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pesan persaudaraan, kepedulian terhadap sesama, dan kehidupan bermasyarakat.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan deklarasi BPPKB HDS serta pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim.
Ketua Umum: 2.000 Anak Yatim Bukan Sekadar Angka
Ketua Umum BPPKB HDS, Dr. H. Adi Kurnia, S.H., M.H., mengatakan deklarasi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial organisasi. Menurutnya, keberadaan organisasi perlu diwujudkan melalui kepedulian dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Terlebih dahulu kita melaksanakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah dan santunan anak yatim sebanyak 2.000 orang,” ujar Adi Kurnia dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar jumlah penerima.
“Bagi saya selaku Ketua Umum, dua ribu anak yatim itu bukan sekadar angka. Ini tentang sebuah harapan masa depan anak-anak kita,” tuturnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap anak-anak yatim merupakan bagian dari semangat sosial yang ingin dibangun melalui keberadaan BPPKB HDS.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan jajaran organisasi mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sosial dan generasi penerus.
BPPKB HDS Membawa Semangat Perubahan dan Persatuan
Dalam sambutannya, Adi Kurnia turut menjelaskan latar belakang organisasi yang dipimpinnya.
BPPKB HDS merupakan singkatan dari Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar Banten. Organisasi tersebut disebut lahir pada 20 Mei 2026 dengan membawa semangat perubahan dan persatuan keluarga besar Banten.
Adi mengatakan BPPKB HDS diharapkan dapat mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Pesan moral yang akan saya sampaikan adalah BPPKB HDS Banten ini hadir untuk memberikan solusi. Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar Banten, yang disingkat BPPKB HDS, hadir untuk ikut memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi, baik di lingkungan maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan ribuan anggota dan para tamu undangan yang mengikuti deklarasi.
Bukan Menjadi Beban bagi Negara dan Masyarakat
Ketua Umum BPPKB HDS juga menekankan bahwa organisasi masyarakat yang dibangun harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Jadi kita ini hadir bukan menjadi organisasi yang justru menjadi beban permasalahan negara dan bangsa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam deklarasi. BPPKB HDS ingin menempatkan organisasinya sebagai wadah persaudaraan dan kebersamaan sekaligus ruang untuk menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan santunan kepada 2.000 anak yatim yang menjadi bagian dari rangkaian deklarasi.
Ribuan Anggota Hadir, Deklarasi Jadi Momentum Konsolidasi
Ribuan pengurus dan anggota BPPKB HDS dari berbagai wilayah tampak hadir mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Kehadiran anggota dalam jumlah besar menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat komunikasi antara jajaran pengurus dan anggota organisasi.
Deklarasi juga menjadi kesempatan bagi BPPKB HDS untuk memperkenalkan identitas serta arah organisasi kepada masyarakat.
Dengan membawa nama Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar Banten, persatuan dan kebersamaan menjadi bagian dari semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Selain konsolidasi internal, keterlibatan berbagai unsur pemerintahan, TNI, Polri, instansi, serta elemen masyarakat turut menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi dalam deklarasi.
Santunan 2.000 Anak Yatim Jadi Bagian Utama Kegiatan
Pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim menjadi salah satu agenda utama dalam deklarasi BPPKB HDS.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Bagi BPPKB HDS, santunan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada penerima.
Pesan mengenai masa depan anak-anak juga menjadi bagian penting dari sambutan Ketua Umum BPPKB HDS.
Ketika menyebut bahwa 2.000 anak yatim bukan sekadar angka, Adi Kurnia menekankan adanya harapan terhadap masa depan generasi penerus.
Komitmen Hadir di Tengah Masyarakat
Deklarasi di Pandeglang menjadi momentum bagi BPPKB HDS untuk memperkenalkan keberadaan organisasi sekaligus menyampaikan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat.
Semangat perubahan, persatuan, kepedulian sosial, dan kebersamaan menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
BPPKB HDS menyatakan keberadaan organisasi diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kegiatan sosial seperti santunan anak yatim menjadi salah satu bentuk keterlibatan organisasi dalam kehidupan kemasyarakatan.
Langkah Awal Perjalanan BPPKB HDS
Deklarasi BPPKB HDS di Kabupaten Pandeglang menjadi momentum awal perjalanan organisasi yang disebut lahir pada 20 Mei 2026.
Ribuan anggota yang hadir menjadi bagian dari momentum deklarasi, sementara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dan santunan kepada 2.000 anak yatim memberikan dimensi keagamaan dan sosial dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum BPPKB HDS menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya harus mampu memberikan manfaat serta mengambil peran positif di tengah masyarakat.
“BPPKB HDS Banten ini hadir untuk memberikan solusi,” ujar Adi Kurnia.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan atas semangat yang ingin dibangun melalui Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar Banten.
Dengan deklarasi tersebut, BPPKB HDS memasuki tahapan baru dalam perjalanan organisasinya. Ribuan anggota yang hadir di Pandeglang menjadi bagian dari momentum tersebut, sementara santunan kepada 2.000 anak yatim menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang mengiringi deklarasi.
Ke depan, BPPKB HDS menyatakan akan membawa semangat perubahan dan persatuan melalui kegiatan nyata, menjaga hubungan baik dengan masyarakat, serta membangun kepedulian sosial di berbagai wilayah Banten.
(Djemi)
