JAGUARNEWS77.COM // REMBANG — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, merawat kebersamaan, serta mengelola perbedaan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Kapolri mengatakan persatuan merupakan salah satu modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi dinamika dan tantangan yang semakin kompleks. Menurutnya, keberagaman yang menjadi karakter bangsa Indonesia harus dikelola dengan baik agar tidak berubah menjadi sumber konflik di tengah masyarakat.
“Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, yang harus dilakukan bukan menghilangkan perbedaan, melainkan bagaimana mengelolanya sehingga menjadi kekuatan untuk membangun bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurut Kapolri, kondisi dunia yang terus mengalami perubahan menuntut seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kebersamaan. Persatuan tidak hanya dibutuhkan dalam menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga menjadi prasyarat agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi dengan aman serta pembangunan nasional dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Kapolri menilai hubungan antara ulama dan umara memiliki peran strategis. Keduanya memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa, termasuk dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Semangat kebersamaan tersebut, kata Kapolri, perlu terus dilanjutkan pada masa kini. Jika pada masa perjuangan ulama dan umara bersama-sama mempertahankan kemerdekaan, maka pada era pembangunan keduanya memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga persatuan, ketertiban, dan kehidupan masyarakat agar tetap harmonis.
Kapolri menyebut ulama memiliki posisi penting sebagai pemberi tuntunan moral dan spiritual bagi masyarakat. Nasihat, ilmu, serta doa para ulama dinilai menjadi bagian penting dalam memberikan arah bagi kehidupan bangsa.
Sementara itu, Polri memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, peran tersebut memiliki titik temu yang sama, yakni menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.
Ketika persatuan dapat dipelihara dan keamanan terjaga, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut sekaligus memberikan dukungan terhadap kelancaran pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gus Baha serta seluruh pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti Ngaji Kebangsaan.
Bagi jajaran Polri, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperoleh ilmu, nasihat, dan doa dari ulama sebagai bekal dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut juga diikuti keluarga besar Polri dari berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak 700 peserta hadir secara langsung di Rembang, terdiri dari 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri.
Sementara itu, antusiasme mengikuti kegiatan juga terlihat secara virtual. Sebanyak 41.449 peserta tercatat mengikuti Ngaji Kebangsaan melalui jaringan daring.
Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pesan mengenai persatuan dan kebangsaan tidak hanya disampaikan kepada peserta yang hadir di lokasi, tetapi juga diteruskan kepada jajaran Polri dan masyarakat yang mengikuti kegiatan dari berbagai daerah.
Kapolri menyadari bahwa tugas anggota Polri dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat memiliki risiko yang tidak ringan. Karena itu, ia meminta doa serta bimbingan para ulama bagi seluruh personel Polri yang sedang menjalankan tugas di berbagai wilayah.
Secara khusus, doa tersebut ditujukan kepada personel yang tengah berada di lapangan agar diberikan keselamatan, kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Kapolri berharap sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, sementara persatuan juga bukan semata-mata tugas pemerintah. Keduanya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha di Rembang tersebut pun menjadi momentum yang mempertemukan unsur keagamaan, aparatur negara, dan masyarakat dalam satu pesan kebangsaan.
Dari Rembang, pesan yang mengemuka adalah pentingnya menjadikan perbedaan sebagai bagian dari kekuatan bangsa, bukan alasan untuk menciptakan jarak dan pertentangan.
Dengan ulama memberikan tuntunan, aparat menjalankan tugas secara profesional, dan masyarakat menjaga kebersamaan, keamanan serta ketertiban diharapkan dapat terus terpelihara.
Pada akhirnya, persatuan menjadi modal bersama untuk menjaga stabilitas kehidupan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang adil, makmur, dan semakin maju.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin