JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memastikan festival musik internasional Scream or Dance 2026 tidak akan diselenggarakan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.
Kepastian tersebut disampaikan manajemen Ancol setelah melakukan komunikasi dan koordinasi secara terbuka dengan pihak promotor penyelenggara.
Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat serta hasil evaluasi terhadap rencana penyelenggaraan festival musik elektronik tersebut.
Keputusan Ancol tertuang dalam press release Nomor 036/CS-PR/PJA/IX/2026 tertanggal 28 September 2026.
Dalam keterangan resminya, Ancol menegaskan komitmennya untuk terus menjaga Taman Impian Jaya Ancol sebagai destinasi wisata dan rekreasi yang aman, nyaman, serta inklusif bagi masyarakat.
Kesepahaman Ancol dan Promotor
Melalui proses komunikasi dan koordinasi tersebut, Ancol dan pihak promotor mencapai kesepahaman bahwa Scream or Dance 2026 tidak akan diselenggarakan di kawasan Ancol.
Festival musik elektronik tersebut sebelumnya direncanakan menjadi salah satu agenda hiburan berskala internasional.
Dalam materi yang beredar terkait kegiatan tersebut, Scream or Dance disebut sebagai festival musik elektronik yang memiliki posisi dalam pemeringkatan festival musik dunia.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menyampaikan apresiasi kepada pihak promotor atas keterbukaan dan profesionalisme selama proses komunikasi berlangsung.
“Kami mengapresiasi keterbukaan, profesionalisme, dan itikad baik pihak promotor dalam proses komunikasi bersama. Kesepahaman ini merupakan hasil dialog yang saling menghormati dan mempertimbangkan berbagai aspek,” ujar Syahmudrian Lubis.
Menurut Ancol, kesepahaman tersebut merupakan hasil dialog antara kedua pihak dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspirasi yang berkembang di masyarakat.
Dengan tercapainya kesepahaman tersebut, rencana penyelenggaraan Scream or Dance 2026 di kawasan Taman Impian Jaya Ancol tidak dilanjutkan.
Ancol Perkuat Penataan Kegiatan
Selain memastikan festival tersebut tidak digelar di kawasan Ancol, manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul selama proses pembahasan rencana kegiatan.
Ancol menyatakan akan terus melakukan penataan terhadap berbagai kegiatan dan event yang diselenggarakan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.
Penataan tersebut antara lain mencakup pengaturan penjualan minuman beralkohol dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku, karakter kawasan, serta aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Manajemen menempatkan penataan kegiatan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi kawasan Ancol sebagai destinasi wisata dan rekreasi yang dapat diakses serta dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Langkah tersebut juga disebut sebagai bagian dari komitmen Ancol dalam mendukung Jakarta sebagai kota global yang aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
Aspirasi Publik Jadi Pertimbangan
Keputusan tidak melanjutkan penyelenggaraan Scream or Dance 2026 di Ancol menunjukkan bahwa rencana kegiatan tersebut telah melalui proses evaluasi dan komunikasi antara pengelola kawasan dengan pihak promotor.
Ancol tidak menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk perselisihan dengan promotor. Sebaliknya, manajemen menekankan bahwa kesepahaman dicapai melalui komunikasi terbuka dan dialog yang saling menghormati.
Dengan demikian, kedua pihak telah menyepakati bahwa festival musik elektronik tersebut tidak akan dilaksanakan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.
Manajemen Ancol selanjutnya akan melanjutkan penataan penyelenggaraan berbagai event di kawasan tersebut dengan mempertimbangkan aspek regulasi, karakter kawasan, keamanan, kenyamanan, serta kepentingan pengunjung.
Bagi Ancol, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan wisata tetap aman, nyaman, dan inklusif, sekaligus memastikan setiap kegiatan yang diselenggarakan sesuai dengan karakter dan fungsi kawasan Taman Impian Jaya Ancol.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin