Foto: Ribuan warga memadati kawasan Pulo Besar Elok, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (26/7/2026), untuk menghadiri Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 bertema "Edisi Hari Anak Nasional".
(Dok-Istimewa)
JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Ribuan warga memadati kawasan Pulo Besar Elok, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (26/7/2026), untuk menghadiri Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 bertema "Edisi Hari Anak Nasional".
Kegiatan yang diprakarsai Yayasan Sanggar Sinlamba Batavia itu tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Betawi, tetapi juga menghadirkan pembinaan generasi muda, pemberdayaan pelaku UMKM, serta aksi sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah di Jakarta Utara datang bersama keluarga untuk menikmati beragam pertunjukan seni dan budaya.
Kepadatan pengunjung terlihat memenuhi area kegiatan hingga sepanjang Jalan Taman Elok 10, menciptakan suasana meriah yang mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal.
Rangkaian acara diawali dengan Pawai Budaya Betawi yang diikuti komunitas budaya, sanggar seni, tokoh masyarakat, hingga warga yang mengenakan pakaian adat Betawi.
Penampilan ondel-ondel, iringan musik tradisional, serta berbagai atraksi budaya menjadi pembuka yang menyedot perhatian ribuan pengunjung.
Memasuki acara utama, panggung budaya menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari hadroh, dongeng anak, Tari Kicir-Kicir, Tari Kreasi Ampar-Ampar Pisang, demonstrasi karate, atraksi palang pintu, manusia petasan, pengalungan cukin, Tari Topeng Betawi, Tari Sorendo, sholawat, atraksi debus, Gambang Kromong, penampilan Rantana Band, Gwen Musik, hingga pertunjukan seni dari Sanggar Sinlamba Batavia.
Momentum Hari Anak Nasional juga dimanfaatkan panitia dengan menggelar berbagai kegiatan edukatif dan sosial, seperti lomba mewarnai yang diikuti puluhan anak, pemberian santunan kepada anak yatim, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kreativitas bagi anak-anak sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Salah satu perhatian utama pengunjung tertuju pada penampilan 26 perguruan pencak silat yang tergabung dalam Asosiasi Tradisi Silat Betawi (ASTRABI) Jakarta Utara di bawah kepemimpinan Babe Ahyat.
Masing-masing perguruan menampilkan jurus-jurus silat tradisional Betawi yang memperlihatkan kekayaan warisan budaya, disiplin, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Tak kalah menarik, pesilat cilik dari Sanggar Sinlamba Batavia Pusat Sunter Jaya dan Cabang Gunung Sahari Selatan tampil penuh percaya diri memperagakan jurus dasar hingga rangkaian gerakan silat Betawi.
Penampilan generasi muda tersebut mendapat apresiasi luas dari tamu undangan maupun masyarakat karena dinilai menjadi bukti nyata bahwa regenerasi pelestari budaya terus berjalan melalui pembinaan sejak usia dini.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sebanyak 40 pelaku UMKM membuka stan di sepanjang Jalan Taman Elok 10 dengan menawarkan berbagai produk, mulai dari kuliner khas Betawi, makanan dan minuman, jajanan tradisional, fesyen, aksesori, hingga produk usaha rumahan.
Ramainya pengunjung membuat aktivitas jual beli berlangsung sepanjang hari.
Banyak pelaku usaha mengaku memperoleh peningkatan penjualan dibanding hari biasa, sehingga kegiatan budaya tersebut turut menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Kelurahan Sunter Jaya.
Acara tersebut dihadiri Pembina sekaligus Guru Besar Sanggar Sinlamba Batavia Babe H. Ahmad Mukhlis, Ketua Umum Sanggar Sinlamba Batavia Erfan Pratama, Pembina Sanggar Sinlamba Batavia Cabang Gunung Sahari Selatan Drs. H. Eman Roheman, SE, serta Ketua ASTRABI Jakarta Utara Babe Ahyat.
Turut hadir Camat Tanjung Priok Samsul Rizal Kadhafi, Sekretaris Kelurahan Sunter Jaya Hilal mewakili Lurah Sunter Jaya, Ketua RW 011 Ichwan Rosyid, Ketua RW 09 Fahrul Roji, LMK Kelurahan Sunter Jaya H. Sehu, Ketua RT 004 RW 011 Ajis Naung, Babinsa Kelurahan Sunter Jaya Garmin Yudha dan Apriyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sunter Jaya Sarifudin, anggota Satpol PP Kelurahan Sunter Jaya Dede Hidayat, Ketua Wihara Pejagalan Jakarta Utara Fredy Wei, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pegiat seni budaya.
Ketua Panitia Pelaksana Deni Malik mengatakan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Betawi.
"Kami bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan seluruh panitia, masyarakat, pemerintah, sponsor, mitra, komunitas budaya, dan semua pihak yang berpartisipasi.
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, pemberdayaan UMKM, serta memperkuat kebersamaan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Pembina sekaligus Guru Besar Sanggar Sinlamba Batavia Babe H. Ahmad Mukhlis menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan budaya Betawi melalui pembinaan kepada generasi muda.
"Melihat anak-anak tampil percaya diri membawakan pencak silat dan kesenian Betawi merupakan kebanggaan bagi kita semua. Mereka adalah penerus yang akan menjaga warisan budaya ini.
Saya berharap kegiatan seperti ini terus berkembang sehingga budaya Betawi tetap hidup dan semakin dicintai generasi muda," katanya.
Apresiasi juga disampaikan Camat Tanjung Priok Samsul Rizal Kadhafi yang menilai kegiatan tersebut mencerminkan sinergi positif antara masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas budaya.
"Pemerintah Kecamatan Tanjung Priok mengapresiasi Yayasan Sanggar Sinlamba Batavia beserta seluruh panitia atas terselenggaranya Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2.
Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya Betawi, tetapi juga menggerakkan UMKM, memberikan ruang kreativitas bagi anak-anak, memperkuat kepedulian sosial, serta mempererat persatuan masyarakat.
Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang menjadi kebanggaan Jakarta Utara," ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua Wihara Pejagalan Jakarta Utara Fredy Wei, yang menilai budaya merupakan sarana efektif memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
"Budaya mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang. Semoga kebersamaan yang terbangun melalui Gebyar Budaya Sunter Jaya dapat terus dipelihara dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam melestarikan budaya Indonesia," ungkapnya.
Kesuksesan penyelenggaraan Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 turut didukung sejumlah mitra, di antaranya Cimory, McDonald's, Ancol, dan Sparks sebagai official partnership yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Dengan melibatkan 26 perguruan silat ASTRABI Jakarta Utara, 40 pelaku UMKM, puluhan seniman dan budayawan, pesilat cilik Sanggar Sinlamba Batavia, serta dukungan pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan dunia usaha, Gebyar Budaya Sunter Jaya Jilid 2 berhasil menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan, pembinaan karakter generasi muda, serta memperkokoh persatuan masyarakat.
Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan dan menjadi salah satu ikon budaya Betawi di Jakarta Utara.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin