JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA TIMUR – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur resmi memulai rangkaian Pemilihan Abang None Jakarta Timur 2026. Ajang yang menjadi wadah pencarian duta wisata dan budaya tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, di Ruang Sri Gunting (Ruang Pola) Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Sabtu (6/6/2026).
Tahun ini, antusiasme generasi muda untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 362 peserta dinyatakan lolos tahap administrasi dan berhak mengikuti proses seleksi awal. Jumlah itu terdiri dari 111 peserta kategori Abang dan 251 peserta kategori None, meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah peserta dinilai menjadi indikator tingginya minat anak muda Jakarta Timur untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, serta promosi potensi daerah melalui wadah yang telah menjadi ikon pembinaan generasi muda di DKI Jakarta tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Munjirin menegaskan bahwa Pemilihan Abang None tidak semata-mata merupakan kompetisi pencarian figur terbaik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, pengembangan wawasan, dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Menurutnya, para peserta yang mengikuti proses seleksi akan memperoleh berbagai pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan sosial maupun profesional di masa mendatang.
“Pemilihan Abang None bukan hanya soal penampilan atau kompetisi semata, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda mengembangkan kemampuan komunikasi, wawasan, kepribadian, serta kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya,” kata Munjirin.
Ia juga berharap para peserta yang terpilih nantinya benar-benar merupakan putra-putri terbaik Jakarta Timur yang memiliki komitmen untuk memajukan daerahnya.
“Mudah-mudahan tahun ini Abangnya tetap punyanya Jakarta Timur yang saya inginkan, dan juga Nonenya dari Jakarta Timur tentunya,” ujarnya disambut antusias peserta.
Lebih lanjut, Munjirin menekankan bahwa para finalis yang nantinya terpilih tidak hanya menyandang gelar simbolis, tetapi memiliki tanggung jawab sebagai mitra pemerintah dalam memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Jakarta Timur kepada masyarakat luas.
Menurutnya, Jakarta Timur memiliki banyak kekayaan budaya, destinasi wisata, produk ekonomi kreatif, serta potensi masyarakat yang perlu dipromosikan secara lebih luas melalui peran generasi muda yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Setelah terpilih 15 pasang finalis dan mendapatkan berbagai pembekalan dari dewan juri, saya berharap mereka dapat berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk menggali serta mempromosikan potensi-potensi yang ada di Jakarta Timur,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Timur, Yayang, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini dilakukan secara bertahap dan ketat guna memastikan terpilihnya peserta yang memiliki kualitas terbaik.
Ia mengatakan seluruh peserta yang mengikuti seleksi telah memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan panitia, mulai dari usia, pendidikan, hingga kriteria fisik yang menjadi standar dalam ajang Abang None.
Peserta harus berusia antara 18 hingga 25 tahun, berpendidikan minimal SMA atau sederajat, memperoleh persetujuan keluarga, belum pernah menikah, serta memenuhi ketentuan tinggi badan minimal 170 sentimeter untuk kategori Abang dan 165 sentimeter untuk kategori None.
“Seluruh peserta yang mengikuti tahap seleksi awal telah memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan panitia. Selanjutnya mereka akan mengikuti serangkaian proses penilaian untuk melihat kemampuan, wawasan, dan kepribadian masing-masing,” jelas Yayang.
Pada tahap pertama, para peserta akan menjalani pengukuran tinggi dan berat badan serta mengikuti Forum Group Discussion (FGD). Dalam sesi tersebut, dewan juri akan menguji kemampuan komunikasi, pola pikir kritis, kemampuan menyampaikan gagasan, serta cara peserta merespons berbagai isu sosial, budaya, dan pariwisata yang berkembang.
Hasil penilaian dari tahap awal tersebut akan menentukan peserta yang berhak melaju ke babak semifinal. Sebanyak 60 peserta terbaik akan diumumkan melalui media sosial resmi Parekraf Timur dan Abang None Jakarta Timur.
Tahap berikutnya akan mempertemukan 60 semifinalis dengan tujuh dewan juri dalam sesi wawancara individu. Pada fase ini, penilaian akan difokuskan pada kualitas personal, wawasan umum, kemampuan berbicara, pemahaman terhadap budaya Betawi dan Jakarta, serta kesiapan peserta menjalankan peran sebagai duta daerah.
Dari proses tersebut, panitia akan menetapkan 15 pasang finalis Abang None Jakarta Timur 2026 yang akan mengikuti berbagai program pembekalan intensif sebelum malam puncak pemilihan.
Yayang menjelaskan, para finalis nantinya akan menjalani sejumlah kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka sebagai representasi generasi muda Jakarta Timur.
“Sebanyak 15 pasang finalis selanjutnya akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari psikotes, pembekalan materi, latihan koreografi, pengenalan destinasi wisata, pelatihan public speaking, bakti sosial, hingga malam keakraban. Seluruh rangkaian tersebut akan bermuara pada Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Timur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga memperkuat jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, kepedulian sosial, serta pemahaman peserta terhadap identitas budaya dan potensi daerah.
Ajang Abang None selama ini dikenal sebagai salah satu program pembinaan generasi muda yang berhasil melahirkan figur-figur berprestasi yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, hingga promosi pariwisata di tingkat kota maupun provinsi.
Melalui penyelenggaraan Pemilihan Abang None Jakarta Timur 2026, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan komunikasi yang baik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya lokal, kepedulian terhadap masyarakat, serta kemampuan menjadi wajah Jakarta Timur dalam mempromosikan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif di tingkat yang lebih luas.
Dengan tingginya partisipasi peserta tahun ini, ajang tersebut diharapkan semakin memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun citra positif Jakarta Timur sebagai wilayah yang kaya akan potensi, budaya, dan kreativitas masyarakatnya.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin