JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA TIMUR – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui penyusunan doktrin dan petunjuk teknis yang lebih komprehensif serta berbasis keilmuan.
Upaya tersebut tercermin dalam pelaksanaan Rapat Uji Naskah (UN) I Petunjuk Teknis (Juknis) Pertanian di lingkungan TNI AD serta Juknis Pedoman Keterampilan Jabatan (PKJ) 2 sampai 8 Kompi Pertanian dan Kompi Peternakan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang digelar di Aula Gajah Mada Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Pusterad, Mayjen TNI Agus Prangarso, S.Sos, dan dihadiri oleh berbagai unsur yang terlibat dalam penyusunan konsep petunjuk teknis sebagai pedoman pelaksanaan tugas satuan di lapangan.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Agus Prangarso menegaskan bahwa pelaksanaan Uji Naskah I merupakan tahapan strategis untuk memastikan setiap produk doktrin maupun petunjuk teknis yang disusun memiliki kualitas yang baik, mudah diaplikasikan, serta mampu menjawab kebutuhan nyata satuan pengguna.
Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan ruang diskusi yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyempurnakan berbagai konsep yang telah dirancang oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pusterad.
“Melalui forum ini kita bersama-sama membahas dan mendiskusikan Juknis Pertanian di lingkungan TNI AD, Juknis Pedoman Keterampilan Jabatan (PKJ) 2 sampai 8 Kompi Pertanian dan Kompi Peternakan Yonif TP yang telah disusun oleh Pokja Pusterad.
Saya berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan, sehingga naskah yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi satuan pengguna,” ujar Mayjen TNI Agus Prangarso.
Menyiapkan Prajurit yang Mampu Mendukung Program Strategis Nasional
Penyusunan petunjuk teknis tersebut menjadi bagian dari langkah TNI AD dalam memperkuat peran Yonif Teritorial Pembangunan yang belakangan dikembangkan sebagai satuan dengan kemampuan multidimensi.
Selain memiliki fungsi pertahanan dan keamanan wilayah, satuan ini juga diproyeksikan untuk mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, pertanian, peternakan, serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui pedoman yang terstandarisasi, prajurit yang bertugas di kompi pertanian dan peternakan diharapkan memiliki kompetensi teknis yang memadai sehingga dapat berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan produktivitas sektor pangan di wilayah binaan.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional di tengah tantangan global, perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi dunia yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan pangan.
Dorong Keterlibatan Akademisi dan BRIN
Dalam rapat tersebut, Wadan Pusterad juga menyoroti pentingnya penyusunan petunjuk teknis yang berbasis ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi terkini. Karena itu, ia menilai pembahasan materi yang berkaitan dengan sektor pertanian dan peternakan tidak cukup hanya melibatkan unsur internal TNI AD, tetapi juga perlu didukung oleh para ahli dan praktisi yang memiliki kompetensi khusus di bidang tersebut.
Mayjen Agus menegaskan bahwa keterlibatan akademisi, peneliti, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta instansi teknis seperti Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan akan memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap kualitas substansi naskah yang sedang disusun.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar petunjuk teknis yang dihasilkan tidak hanya relevan untuk kebutuhan internal TNI AD, tetapi juga selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik terbaik yang diterapkan di sektor pertanian modern.
“Ke depan, pembahasan suatu materi hendaknya melibatkan personel yang benar-benar memahami bidang yang dibahas. Dengan demikian, masukan yang diberikan akan lebih fokus dan berkualitas sehingga produk yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun praktis,” jelasnya.
Produk Doktrin Harus Adaptif dan Implementatif
Lebih lanjut, Wadan Pusterad menekankan bahwa doktrin maupun petunjuk teknis yang disusun harus memiliki karakter adaptif terhadap perkembangan situasi dan tantangan yang dihadapi di lapangan.
Ia mengingatkan bahwa dokumen tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi prajurit dalam melaksanakan tugas, sehingga kualitas penyusunannya harus benar-benar diperhatikan.
Dalam konteks ketahanan pangan, pedoman yang baik diyakini dapat membantu satuan menjalankan program pertanian dan peternakan secara efektif, terukur, serta mampu memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.
Karena itu, hasil pembahasan pada tahap Uji Naskah I akan kembali disempurnakan melalui serangkaian evaluasi dan konsultasi dengan berbagai pihak sebelum ditetapkan menjadi produk resmi TNI Angkatan Darat.
Ruang Diskusi Terbuka Tanpa Melihat Pangkat dan Jabatan
Salah satu pesan penting yang disampaikan Mayjen Agus dalam forum tersebut adalah perlunya budaya diskusi yang terbuka dan konstruktif.
Ia menegaskan bahwa kualitas sebuah produk tidak ditentukan oleh siapa yang memberikan masukan, melainkan oleh substansi dan manfaat dari usulan yang disampaikan.
Karena itu, seluruh peserta rapat diminta aktif berpartisipasi tanpa merasa dibatasi oleh pangkat maupun jabatan. Setiap gagasan yang dinilai mampu meningkatkan kualitas naskah diharapkan dapat disampaikan secara terbuka demi kepentingan organisasi.
“Saya tidak melihat pangkat dan jabatan. Yang terpenting adalah kualitas masukan yang diberikan. Apabila ada saran yang baik untuk penyempurnaan naskah, silakan disampaikan secara terbuka.
Jika tidak memungkinkan untuk disampaikan secara langsung, dapat disampaikan secara tertulis kepada tim Pokja,” tegasnya.
Mendukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Teritorial
Pelaksanaan Uji Naskah I ini menjadi salah satu langkah strategis TNI AD dalam memperkuat peran pembinaan teritorial yang selama ini menjadi salah satu fungsi utama Angkatan Darat.
Melalui penyusunan petunjuk teknis yang lebih komprehensif, TNI AD berharap program-program pertanian dan peternakan yang dijalankan oleh Yonif Teritorial Pembangunan dapat terlaksana secara profesional, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tengah meningkatnya tantangan ketahanan pangan nasional, keberadaan satuan-satuan teritorial yang memiliki kemampuan di bidang pertanian dan peternakan dinilai dapat menjadi kekuatan pendukung dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Autentikasi: Pen Pusterad.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin