JAGUARNEWS77.COM // Karanganyar, Jawa Tengah – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melanjutkan rangkaian ziarah ke makam para mantan pemimpin bangsa. Kali ini, Kapolri bersama rombongan berziarah ke makam Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar TNI (Purn.) H. Muhammad Soeharto, di Astana Giribangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi yang rutin dilaksanakan Polri setiap menjelang Hari Bhayangkara sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin bangsa sekaligus momentum refleksi untuk memperkuat nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, nasionalisme, dan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebelum berziarah ke Astana Giribangun, Kapolri telah lebih dahulu mengunjungi makam Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Jawa Timur, serta makam Presiden pertama RI Ir. Soekarno di Blitar. Rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan agenda ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
Di kompleks Astana Giribangun, Kapolri beserta rombongan melaksanakan doa bersama, dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara Presiden Soeharto sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Sebelumnya, saat berada di Blitar, Kapolri menjelaskan bahwa seluruh rangkaian ziarah tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan sarana untuk menggali nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan para Presiden Republik Indonesia agar dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas.
"Tadi pagi, kami berziarah ke makam almarhum Presiden Gus Dur. Dan Alhamdulillah, sekarang kami melaksanakan ziarah ke makam almarhum Presiden Soekarno. Dan setelah ini kami akan melanjutkan ke makam Bapak Presiden Soeharto dan selanjutnya akan kami tutup ke Taman Makam Pahlawan Kalibata," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri menegaskan bahwa setiap pemimpin bangsa meninggalkan warisan pemikiran, keteladanan, dan nilai perjuangan yang patut dijadikan pedoman bagi generasi penerus, termasuk institusi Polri. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat profesionalisme serta menjaga komitmen pengabdian kepada masyarakat.
"Tentunya rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan tentunya menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa yang tentunya ini sangat penting khususnya bagi institusi Polri, yang tentunya kita memiliki satu amanah untuk terus bisa mempertahankan apa yang diwariskan, apa nilai-nilai yang telah diberikan oleh mantan-mantan Presiden kita, mantan-mantan pemimpin bangsa kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga terhadap institusi Polri," tutur Kapolri.
Menurut Jenderal Sigit, nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa Polri memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Demikian juga ini menjadi sesuatu kekuatan, sesuatu hal yang positif untuk terus kami kembangkan sebagai spirit untuk institusi Polri, agar terus bisa melaksanakan apa yang menjadi amanah institusi, amanah masyarakat, bangsa,
dan negara, untuk menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Rangkaian ziarah ke makam para Presiden Republik Indonesia menjadi simbol penghormatan Polri terhadap perjalanan sejarah bangsa sekaligus pengingat bahwa keberhasilan institusi negara tidak terlepas dari nilai-nilai kepemimpinan, persatuan, dan pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun diharapkan menjadi titik penguatan transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, transparan, dan dipercaya masyarakat.
Dengan menjadikan semangat perjuangan para pemimpin bangsa sebagai inspirasi, Polri diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga stabilitas keamanan nasional, serta menegakkan hukum secara adil dan humanis demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin