JAGUARNEWS77.com//Pandeglang - Aksi damai yang digelar Forum Koperasi Desa Merah Putih (F-KDKMP) Kabupaten Pandeglang di kawasan Hotel Mutiara Carita, dengan fasilitas pencipta PT Garuda Solusi Kreatif, berakhir dalam suasana memanas dan bayang-bayang ketegangan di lapangan.
Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari peserta pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Pandeglang. Mereka menyoroti pelaksanaan kegiatan pelatihan yang dinilai perlu evaluasi menyeluruh, khususnya terkait transparansi, tata kelola anggaran, serta efektivitas program.
Berdasarkan keterangan di lapangan, massa aksi sempat mengalami kendala saat tiba di lokasi. Sejumlah peserta mengakui adanya pihak yang tidak dikenal yang diduga menghalangi jalannya aksi, bahkan termasuk masuk ke dalam barisan massa sehingga mengganggu pendapat.
Padahal, pihak forum menyatakan bahwa seluruh prosedur administratif telah dilaksanakan, termasuk penyampaian pemberitahuan resmi kepada Polres Pandeglang sebelum tindakan dilaksanakan.
Ketegangan meningkat ketika terjadi dorong-mendorong antara peserta aksi dan kelompok lain di lokasi. Adu argumentasi pun tak terhindarkan, memicu situasi kurang kondusif di sekitar kawasan kegiatan.
Setelah kondisi mereda, dilakukan upaya mediasi guna mencari titik temu antara pihak-pihak terkait. Namun, pembahasan awal belum menghasilkan keputusan yang dianggap konkret oleh peserta aksi.
Mediasi kemudian dilanjutkan di wilayah Kecamatan Carita dengan pendampingan unsur keamanan dari Kodim 0601 Pandeglang sebagai jembatan komunikasi antar pihak.
Selanjutnya, massa aksi bergerak menuju kantor kecamatan untuk menunggu kehadiran pihak penyelenggara dan instansi terkait guna memberikan penjelasan terbuka. Namun hingga waktu yang cukup lama, pihak panitia pelaksana tidak hadir di lokasi, sehingga memicu kekecewaan peserta.
Koordinator Lapangan F-KDKMP Pandeglang, Entis Sumantri, menyampaikan bahwa ia tetap mendukung kebijakan nasional terkait percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden RI Nomor 17 Tahun 2025.
“Kami mendukung penuh program pemerintah pusat, namun pelaksanaannya harus jelas, terbuka, dan memberikan manfaat nyata bagi koperasi di desa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial, bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan upaya perbaikan agar implementasi berjalan lebih baik dan tepat sasaran.
Perwakilan perempuan forum, Widianingsih, turut menyoroti pelaksanaan pelatihan yang melibatkan pihak event organizer PT Garuda Solusi Kreatif bekerja sama dengan Primer Koperasi Kartika Sejahtera Pandeglang.
Berdasarkan data yang disampaikan, setiap desa/kelurahan dialokasikan anggaran sekitar Rp14.980.000, dengan total 339 desa/kelurahan di Kabupaten Pandeglang, sehingga nilai keseluruhan mencapai lebih dari Rp5 miliar.
Peserta menilai sejumlah aspek perlu dievaluasi, mulai dari kualitas fasilitas, substansi materi pelatihan, hingga kesesuaian penggunaan anggaran dengan hasil kegiatan di lapangan.
Dalam pernyataan sikapnya, F-KDKMP Pandeglang menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain evaluasi menyeluruh kegiatan pelatihan, kejelasan legalitas dan struktur pengurus, transparansi pengelolaan anggaran, klarifikasi penggunaan dana, hingga kepastian status kelembagaan.
Selain itu, forum juga menuntut transparansi penggunaan lahan dan pembangunan KDKMP, penghentian dugaan intimidasi terhadap pengurus dan pemerintah desa, pertanggungjawaban pihak terkait, serta pengembalian sisa anggaran apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Forum berharap seluruh proses dapat dikawal secara adil dan terbuka hingga ke tingkat pusat.
Aksi ditutup dengan komitmen peserta untuk terus mengawal proses evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pandeglang. F-KDKMP menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga amanah pembangunan ekonomi desa agar berjalan sesuai prinsip keadilan, keterbukaan, dan kemaslahatan masyarakat.
Dengan semangat musyawarah dan menjunjung nilai-nilai etika sosial, forum berharap seluruh pihak dapat duduk bersama guna mencari solusi terbaik demi keberlanjutan program koperasi desa yang lebih baik ke depan.
Sumber: Koordinator Lapangan F-KDKMP Pandeglang Entis Sumantri dan Widianingsih.
(Red)
