Berdasarkan rekaman kamera dasbor milik salah satu pengendara dump truk yang melaju searah di depan korban, terlihat Asparudin yang mengendarai sepeda motor berusaha menyalip truk pasir dari sisi kanan.
Nahas, pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul kendaraan roda empat di jalur sempit yang menikung menuju jembatan. Diduga gugup, Asparudin oleng lalu terguling ke arah kolong truk dan terlindas ban belakang dump truk tersebut. Korban meninggal dunia ditempat kejadian.
Peristiwa itu langsung dilaporkan warga yang melintas. Satu jam setelah kejadian, kasus ditangani oleh Polsek Kopo, Polres Serang , bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Lebak karena lokasi masuk wilayah perbatasan Serang - Lebak.
Petugas melakukan olah TKP, mengamankan sopir dan dump truk bermuatan pasir, serta mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk divisum sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Iptu Aripin Simbolon, S.H., M.H. Kapolsek Kopo Polres Serang membenarkan penanganan kasus tersebut.
“Benar, kami menerima limpahan penanganan karena TKP dekat wilayah perbatasan. Dari bukti rekaman, korban mendahului di jalur sempit dan ada kendaraan lawan arah. Saat ini sopir truk masih dimintai keterangan dan kasus ditangani unit laka,” ujarnya.
Polisi mengimbau pengendara untuk tidak memaksakan menyalip di area jembatan, tikungan, atau jalan sempit. Pastikan jalur benar-benar aman dan terlihat jelas sebelum mendahului.
Jenazah Asparudin telah dipulangkan ke rumah duka di Munjul - Pandeglang untuk dikebumikan.
(BarKhas-JN77)


