![]() |
| Ilustrasi dibuat Wahyu Permana |
JN77.com Jakarta // Marunda, Jakarta Utara – Seorang pekerja buruh di kawasan pabrik Marunda menjadi korban penipuan bermodus mengaku sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), pada Sabtu, 4 April 2026, sore hari.
Kejadian bermula saat korban menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Dukcapil. Pelaku kemudian melanjutkan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp dan menyampaikan bahwa data kependudukan korban perlu diperbarui.
Dalam percakapan tersebut, korban diminta mengikuti prosedur verifikasi dengan cara memindai (scan) barcode atau QR code yang dikirim oleh pelaku. Tanpa rasa curiga, korban menuruti instruksi tersebut.
Namun, tidak lama setelah proses pemindaian dilakukan, korban terkejut karena saldo rekening bank miliknya tiba-tiba terkuras habis. Korban pun menyadari telah menjadi korban penipuan dengan modus digital.
Modus Penipuan
Pelaku menggunakan teknik rekayasa sosial (social engineering), dengan cara:
Mengaku sebagai instansi resmi (Dukcapil)
Menghubungi korban melalui telepon dan WhatsApp
Mengirim barcode/QR code berbahaya
Mengelabui korban agar melakukan scan
Imbauan untuk Masyarakat
Kasus ini menjadi peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital. Perlu diketahui:
Dukcapil tidak pernah meminta scan QR code melalui WhatsApp
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengaku dari instansi resmi
Hindari memindai barcode/QR dari sumber tidak jelas
Jangan pernah membagikan data pribadi, OTP, atau akses perbankan
Langkah Penanganan
Korban disarankan segera:
Menghubungi pihak bank untuk pemblokiran rekening
Melaporkan kejadian ke kantor polisi terdekat
Melapor ke layanan pengaduan siber.
Pewarta: Wahyu Permana
Editor: Bardha Khaswandha


