Foto: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pembangunan Jaya berkolaborasi dengan 2030 Youth Force Indonesia menggelar kegiatan bertajuk BEM TALKS: Tutorial Membangun Karier Hijau dari Saat Kuliah di Aula Gedung B kampus setempat, Kamis (2/4/2026)(Dok-Istimewa)
JAGUARNEWS77.com // Tangerang Selatan — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pembangunan Jaya berkolaborasi dengan 2030 Youth Force Indonesia menggelar kegiatan bertajuk BEM TALKS: Tutorial Membangun Karier Hijau dari Saat Kuliah di Aula Gedung B kampus setempat, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya peran ilmu akademik dalam menciptakan dampak nyata, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan sosial berbasis keberlanjutan.
Acara tersebut diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi serta melibatkan sejumlah organisasi kemahasiswaan.
Kehadiran peserta dari beragam latar belakang akademik menjadikan forum ini sebagai ruang strategis untuk menggali peluang karier hijau (green jobs), sekaligus memahami peran komunitas dan media sosial dalam mendorong perubahan sosial.
Tidak hanya menghadirkan sesi edukatif, kegiatan ini juga memberikan dukungan konkret berupa pendanaan kepada organisasi mahasiswa yang terlibat.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi lahirnya program-program berdampak yang dapat diimplementasikan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Dalam sesi materi, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai konsep green jobs, prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), serta strategi membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri berkelanjutan.
Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan proyek, karya, maupun penelitian yang tidak berhenti pada capaian akademik semata, melainkan mampu diterapkan secara nyata di dunia industri dan masyarakat.
Wakil Dekan Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Pembangunan Jaya, Desi Dwi Kristanto, S.Ds., M.Ds., menegaskan pentingnya orientasi pada dampak dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, tantangan global saat ini tidak hanya membutuhkan kepedulian, tetapi juga solusi konkret.
“Dunia tidak kekurangan orang yang peduli, tetapi dunia membutuhkan lebih banyak individu yang mampu menyelesaikan masalah dan menciptakan dampak nyata melalui ilmu yang dimiliki,” ujarnya.
Sementara itu, Founder & CEO Rise Social, Jahda Agniya Mahmudah, menekankan bahwa kontribusi generasi muda dalam gerakan sosial dapat dimulai dari langkah sederhana.
“Anak muda tidak harus menunggu sempurna untuk memulai.
Mulailah dari hal kecil, dari komunitas, dan dari apa yang kamu peduli, karena gerakan besar selalu dimulai dari langkah pertama,” katanya.
Presiden Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya dalam sambutannya turut mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadapi isu perubahan iklim.
“Sebagai generasi muda, kita tidak hanya dituntut untuk memahami isu perubahan iklim, tetapi juga menjadi bagian dari solusi.
Kegiatan ini mengajak kita untuk mulai berkontribusi sejak di bangku kuliah, termasuk dalam mempersiapkan diri menuju karier hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Y4SDGs Roadshow yang diinisiasi oleh 2030 Youth Force Indonesia.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam memahami isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi mahasiswa, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem kampus yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi nyata.
Selain itu, mahasiswa juga diharapkan semakin siap mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan lingkungan dan sosial di masa depan.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan