• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Doa Lintas Spiritualitas di Gunung Padang Serukan Tobat Ekologis di Momentum Hari Bumi

    23/04/26, 14:00 WIB Last Updated 2026-04-23T07:00:37Z

    Foto: Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ancaman bencana alam dan dinamika sosial, sebuah ikhtiar spiritual digelar di kawasan Gunung Padang, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Bumi (Dok-Istimewa).




    JAGUARNEWS77.com // Cianjur – Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ancaman bencana alam dan dinamika sosial, sebuah ikhtiar spiritual digelar di kawasan Gunung Padang, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.

    Kegiatan ini menghadirkan doa lintas spiritualitas sebagai bentuk refleksi bersama atas relasi manusia dengan alam.

    Inisiatif tersebut digagas oleh Dar Edi Yoga, Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia sekaligus Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jaya.

    Doa dipusatkan di Teras 5 Gunung Padang—lokasi yang dianggap sarat nilai historis dan spiritual—dengan melibatkan bhiksu, insan pers, serta tokoh lintas komunitas dan keagamaan.

    Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Sekretaris PWI Jaya Arman Suparman, anggota Dewan Pakar PWI Pusat Raldy Doy, serta Wakil Sekjen WALUBI, Asun Gotama.

    Kegiatan ini juga diikuti pengurus PWI pusat dan daerah, komunitas lingkungan, hingga perwakilan lintas iman seperti komunitas Gereja Katedral Jakarta.

    Dalam keterangannya, Dar Edi Yoga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan moral dan spiritual untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga bumi.

    “Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga.

    Ini adalah seruan tobat ekologis,” ujarnya.
    ‎Ia menilai, berbagai kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga mencerminkan pola pikir manusia yang semakin menjauh dari nilai keseimbangan alam.

    “Jika manusia lupa cara menghormati bumi, maka alam akan mengingatkan dengan caranya sendiri.

    Doa ini adalah ikhtiar agar Indonesia kembali menjadi negeri yang ramah, terhindar dari bencana dan gejolak,” tambahnya.

    Senada dengan itu, Asun Gotama menekankan pentingnya dimensi spiritual dalam upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, kesadaran ekologis tidak dapat dipisahkan dari kesadaran batin.

    “Dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan. Ketika manusia hidup dengan kesadaran, welas asih, dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga,” jelasnya.

    Dari sisi gerakan sosial, Ketua Harian Artha Graha Peduli (AGP), Kent Dixon, menilai kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab universal lintas iman dan elemen bangsa.

    “Kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong lintas iman, kami mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Bumi sebagai momentum memperkuat harmoni antara manusia, Sang Pencipta, dan alam,” ujarnya.

    Pemilihan Gunung Padang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Situs megalitikum tersebut dinilai sebagai ruang kontemplatif yang merepresentasikan hubungan panjang antara manusia dan alam dalam lintasan sejarah peradaban.

    Meski demikian, sejumlah pengamat menilai bahwa pendekatan spiritual seperti ini perlu diimbangi dengan langkah konkret, seperti kebijakan lingkungan yang tegas, pengawasan eksploitasi sumber daya alam, serta edukasi publik yang berkelanjutan.

    Tanpa itu, upaya simbolik dikhawatirkan tidak cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan lingkungan.

    Kegiatan doa lintas spiritualitas ini menjadi yang pertama kali digelar di Gunung Padang, dengan dukungan dari WALUBI, Artha Graha Peduli, serta PT QMB New Energy Materials.

    Dalam pernyataannya, CEO PT QMB New Energy Materials, Pan Hua, menegaskan partisipasi pihaknya sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, khususnya dalam mendukung transisi energi hijau melalui industri baterai kendaraan listrik.

    “Melalui doa bersama dan aksi nyata ini, kami ingin menegaskan bahwa industri juga memiliki tanggung jawab menjaga bumi sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

    Momentum Hari Bumi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga mendorong perubahan nyata dalam cara pandang dan tindakan manusia terhadap lingkungan.

    Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa menjaga bumi tidak cukup hanya dengan pendekatan teknologi dan kebijakan, melainkan juga memerlukan kesadaran spiritual yang mendalam dan berkelanjutan.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini