JAGUARNEWS77.com // Bekasi – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menghindari potensi penumpukan arus balik Lebaran pada 28 dan 29 Maret 2026 dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta program diskon tarif tol yang telah disiapkan pemerintah.
Imbauan tersebut disampaikan usai peninjauan bersama lintas kementerian dan para pemangku kepentingan di Jasa Marga Toll Road Command Center, Rabu (25/3/2026).
Dalam keterangannya, Menhub menegaskan bahwa pemerintah terus memantau dinamika arus balik yang diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Ia menyebut, distribusi waktu perjalanan menjadi kunci utama dalam mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya menjelang puncak arus balik.
“Kami mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan WFA maupun diskon tarif tol yang diberlakukan pada tanggal 26 dan 27 Maret, sehingga kepadatan yang diperkirakan terjadi pada tanggal 28 dan 29 Maret dapat dikurangi,” ujar Dudy.
Tren Pergerakan Masih Dinamis
Kementerian Perhubungan mencatat bahwa pergerakan angkutan umum selama masa Lebaran menunjukkan tren peningkatan, terutama pada periode H-8 hingga H-3.
Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dalam memanfaatkan berbagai moda transportasi.
Namun demikian, Menhub menekankan bahwa pola pergerakan penumpang masih bersifat dinamis hingga akhir masa pemantauan pada 29 Maret.
Hal ini menunjukkan bahwa potensi lonjakan arus balik masih terbuka, terutama jika masyarakat memilih kembali secara bersamaan pada hari-hari terakhir libur.
Situasi ini, menurutnya, perlu diantisipasi secara kolektif, baik oleh pemerintah melalui kebijakan pengaturan lalu lintas, maupun oleh masyarakat dengan perencanaan perjalanan yang lebih matang.
Antisipasi Puncak Arus Balik
Dudy menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan.
Dengan memanfaatkan fleksibilitas kerja melalui WFA, diharapkan distribusi kendaraan dapat lebih merata dan tidak terpusat pada satu atau dua hari tertentu.
Langkah ini juga diperkuat dengan pemberian insentif berupa diskon tarif tol pada 26 dan 27 Maret, yang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal.
“Jika distribusi kendaraan lebih merata, maka beban jalan bisa lebih terkendali dan risiko kemacetan panjang dapat ditekan,” jelasnya.
Disiplin Masyarakat Berkontribusi Positif
Menhub turut mengapresiasi tingkat kepatuhan masyarakat selama masa angkutan Lebaran tahun ini.
Ia menilai, kedisiplinan pengguna jalan dalam mengikuti arahan petugas di lapangan berkontribusi langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas serta penurunan angka kecelakaan dan fatalitas.
Menurutnya, sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan selama periode mudik dan arus balik.
Apresiasi untuk Petugas dan Stakeholder
Selain itu, Dudy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.
Ia menyoroti peran penting berbagai institusi, mulai dari TNI, Polri, BUMN, operator transportasi, hingga petugas lapangan yang bekerja tanpa henti memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat.
“Kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran,” ungkapnya.
Keselamatan Tetap Prioritas
Di tengah tingginya mobilitas, pemerintah tetap menekankan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama.
Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan saat kondisi fisik tidak prima, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, pemerintah berharap puncak arus balik Lebaran 2026 dapat dilalui dengan aman, lancar, dan terkendali, tanpa menimbulkan kepadatan ekstrem maupun peningkatan signifikan angka kecelakaan.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam momentum tahunan yang selalu diwarnai mobilitas tinggi seperti arus mudik dan balik Lebaran.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan
› Jasa Marga Toll Road Command Center
› Kapolri
› Menhub
› Polri
› Puncak Arus Balik
Menhub Imbau Hindari Puncak Arus Balik 28–29 Maret, Dorong WFA dan Diskon Tol untuk Urai Kepadatan
Menhub Imbau Hindari Puncak Arus Balik 28–29 Maret, Dorong WFA dan Diskon Tol untuk Urai Kepadatan
BERITA NUSANTARA and 4 more
25/03/26, 19:01 WIB
Last Updated
2026-03-25T12:01:38Z
Foto: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menghindari potensi penumpukan arus balik Lebaran pada 28 dan 29 Maret 2026 (Dok-Istimewa)
Komentar